27 May 2016

10 Peralatan Utama Mendaki Gunung (Infografis)


Berbicara tentang kegiatan pendakian gunung tentu tak akan lepas dari banyak peralatan pendukung yang wajib dibawa oleh setiap pendaki. Saking banyaknya peralatan yang harus dibawa, kadangkala banyak orang yang sering bilang jika mendaki gunung itu ribet atau rempong.

Namun jika anda seorang pendaki yang telah cukup berpengalaman, kata-kata seperti itu pastinya tak mungkin bakal keluar dari mulut anda, karena anda pasti tahu betapa pentingnya peralatan-peralatan tersebut bagi keamanan dan kenyamanan pendakian.

Membahas satu persatu dari sekian banyak peralatan mendaki gunung tentu butuh ruang dan waktu yang tak sedikit, untuk itu, kali ini saya akan mencoba untuk merangkum dan mengerucutkan bahasan peralatan mendaki gunung kedalam 10 peralatan utama yang paling penting saja.

Bahan bahasan kali ini sebenarnya telah saya buat dan jelaskan dengan cukup rinci di tulisan 10 peralatan utama mendaki gunung. Untuk memberikan suasana lain, terutama untuk kawan-kawan yang agak malas membaca tulisan saya yang cukup panjang dan bertele-tele, kali ini saya coba membuat versi infografis-nya. Semoga infografis ini bisa bermanfaat untuk kawan-kawan semua.


Untuk informasi lengkap tentang semua peralatan mendaki gunung bisa dibaca di artikel ini "Peralatan mendaki gunung (lengkap)". Dan untuk tips perawatan bisa juga dibaca di artikel ini "Tips merawat peralatan mendaki gunung".

Sekali lagi, semoga bermanfaat, dan salam lestari!

21 May 2016

7 Alasan Mengapa Harus Mendaki Trio Paguci saat Berkunjung ke Garut


Letaknya yang tak terlalu jauh dari ibukota, membuat Garut seringkali jadi destinasi favorit para wisatawan ibukota untuk mengisi waktu liburan akhir pekan. Bagi para pecinta pantai, Garut selatan punya banyak destinasi pantai menarik dengan keunikannya masing-masing. Dan khusus untuk para pejalan yang mencintai petualangan, kota berjuluk ‘Swiss van Java’ ini punya banyak gunung yang bisa dijadikan arena bertualang.

Ada 3 gunung yang layak untuk kamu jajal saat menyambangi kota yang terkenal dengan dodol dan domba ini, yaitu trio PaGuCi (Papandayan-Guntur-Cikuray).

Mengapa? Ini alasannya, mengapa kamu harus coba mendaki trio PaGuCi!

1. Tiga gunung dengan 3 karakteristik berbeda di satu kota

Meski letaknya cukup berdekatan, 3 gunung yang ada di Kota Garut ini punya karakteristik dan keunikan yang berbeda-beda. Gunung Papandayan punya trek yang sangat ramah dengan pemandangan alam yang super indah, Gunung Guntur menawarkan sensasi seru mendaki di tengah padang savanna yang jarang ditemukan di Gunung-Gunung Jawa Barat, dan Cikuray yang bentuknya hampir kerucut sempurna punya medan cukup berat dengan pemandangan kebun teh dan vegetasi hutan yang masih cukup liar.

2. Ada banyak spot instagramable di Papandayan

Buat para pecinta fotografi atau yang suka selfie-selfie kekinian, Papandayan adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Kondisi bentang alam yang tandus di sekitar kawah bakal cocok jadi latar berfoto ala-ala gurun amerika. Lembah indah berlatar bukit tinggi di sekitarnya, membuat Pondok Saladah jadi tempat berkemah yang sangat fotogenic.

Ada juga Tegal Alun yang beberapa waktu lalu sempat terbakar, namun tetap punya pemandangan indah dengan vegetasi bunga edelweiss nan cantik. Dan yang paling populer tentu saja kawasan hutan mati yang punya pemandangan yang sangat spesial.

3. Meski tingginya tak seberapa, Guntur menawarkan tanjakan gila di tengah padang savana

Tak seperti gunung-gunung di Jawa Tengah dan Jawa Timur, kebanyakan gunung di Jawa Barat punya karakteristik medan berupa vegetasi hutan lebat. Dan padang rumput atau savanna adalah pemandangan langka yang cuma bisa ditemukan di beberapa tempat, salah satunya ada di Gunung Guntur. Jika dibanding dengan Papandayan dan Cikuray, gunung ini memang yang yang paling rendah, tapi jangan pernah meremehkan karena angka ketinggian, meski paling pendek, Guntur punya tanjakan-tanjakan terjal yang sangat menyulitkan. Kemiringan yang cukup ekstrem, tak adanya tumbuhan kuat untuk pegangan, dan tidak tersedianya shelter-shelter benar-benar bakal menjadi tantangan tersendiri saat mendaki gunung ini.

4. Cikuray punya trek sulit yang bakal bikin lutut sering bertemu dada

Hobi mendaki tanjakan-tanjakan yang super terjal? Cobalah mendaki Gunung Cikuray, dijamin kamu bakal terpuaskan. Tak ada pilihan jalur mudah untuk mendaki ke puncak Cikuray, semuanya punya tingkat kesulitan yang hampir sama, sama-sama sulit dan terjal. Jangan heran jika di tengah pendakian, kamu bakal dipaksa mencari pegangan pada akar atau dahan pepohonan sebagai bantuan untuk memuluskan langkah melewati tanjakan. Dan serunya, sepanjang perjalanan, lutut kita bakal sering bertemu dengan dada.

5. Papandayan adalah gunung yang sangat tepat untuk mulai mencintai pendakian

Kamu baru mau mulai coba mendaki gunung? Atau mau mengajak kawan yang masih sangat pemula? Gunung Papandayan adalah destinasi tujuan yang paling tepat untuk jadi pilihan. Dengan trek yang sangat bersahabat, plus pemandangan alam sekitar yang sangat menawan, Papandayan dijamin bakal memberikan impresi yang bagus bagi para pendaki pemula. Selain itu, banyak keunggulan-keunggulan lain yang ditawarkan Papandayan, yakni fasilitas-fasilitas pendukung yang cukup memadai. Lahan parkir luas, jalur yang jelas, sumber air melimpah, tolitet umum, dan warung-warung penjaja makanan merupakan kemewahan tersendiri yang bisa didapat saat mendaki Gunung Papandayan.

6. Sensasi seru menumpang truk melewati lika liku jalan curam kawasan tambang pasir di Gunung Guntur

Saat mendaki gunung Guntur, sensasi petualangan sudah bakal terasa sejak awal perjalanan. Untuk menuju ke titik awal pendakian, kita harus menumpang truk pengangkut pasir yang hilir mudik dari pagi hingga sore menjelang. Dengan membayar sejumlah uang, kita bisa ikut menumpang truk pasir tersebut, dan bakal dibawa melewati jalanan terjal berliku menuju lokasi penambangan terakhir. Pengalaman menumpang truk pasir bersama rombongan pendaki bakal jadi pengalaman petualangan seru yang tak terlupakan.

7. Pemandangan sunrise dan sunset yang magis dari puncak Cikuray

Sebagai gunung tertinggi di kota Garut, dengan bentuknya yang hampir kerucut sempurna, dan daerah puncak yang berupa tanah terbuka, view pemandangan dari atas Cikuray tentu saja sangat mempesona. Pemandangan bentang alam kota garut dan sekitarnya bakal terlihat jelas dari sana. Gunung Papandayan terlihat sangat indah di seberang, Guntur, Galunggung, dan gunung-gunung kecil lainnya juga terlihat menawan di kejauhan. Dan pemandangan yang paling disukai setiap pendaki Cikuray adalah keindahan warna langit dan lautan awan saat matahari terbit ataupun tenggelam.


18 May 2016

Gunung Guntur (2249 MDPL)


Siapa yang tak kenal dengan Garut, kota yang punya julukan Swiss van Java ini dikelilingi banyak sekali gunung indah yang mengundang untuk dijelajahi. Para pendaki, terutama mereka yang berdomisili di sekitar Jawa Barat pastinya sering menjadikan Garut sebagai tujuan petualangan.

Salah satu gunung di Jawa Barat khususnya di kota Garut yang cukup terkenal sebagai destinasi pendakian adalah Gunung Guntur. Tergabung kedalam trio PaGuCi bersama Papandayan dan Cikuray, Guntur adalah salah satu destinasi andalan kota Garut untuk wisata pendakian. Meski tingginya tak seberapa (yang terendah dibanding Cikuray dan Papandayan), namun Guntur punya medan pendakian yang cukup menantang untuk dihadapi.

Untuk menambah pengetahuan anda tentang gunung yang satu ini, kali ini saya akan membahas sedikit info tentang Gunung Guntur.

Cara Menuju ke Gunung Guntur

Titik awal yang harus anda tuju adalah pom bensin dekat desa Tanjung yang berada di jalan raya leles Garut. Jalan ini biasa dilewati kendaraan umum jurusan Garut-Bandung. Jika bingung, anda bisa menuju ke terminal Guntur terlebih dahulu, untuk kemudian naik angkutan umum jurusan leles.

Dari gerbang desa Tanjung, anda bisa menumpang truk pengangkut pasir hingga basecamp pendaftaran. Bagi yang membawa kendaraan pribadi seperti sepeda motor, bisa dititipkan di basecamp tersebut. Sebagai catatan, truk pasir banyak berlalu lalang dari pagi hingga menjelang sore hari.

Persyaratan Pendakian

Basecamp Gunung Guntur
Berdasarkan pengalaman penulis, terakhir kali mendaki keGunung Guntur, system pendakiannya masih dikelola secara tradisional oleh warga sekitar, sehingga tak ada persyaratan khusus yang diperlukan. Anda hanya perlu menuliskan nama-nama anggota kelompok pendakian disertai nomor kontak ketua timnya.

Untuk biaya, dulu setahu saya tak ada tarif khusus, kita bebas memberikan sejumlah uang untuk sumbangan seikhlasnya. Mengingat pengalaman saya mendaki Cikuray yang belakangan mulai mematok tarif tiket pendakian, ada kemungkinan Gunung Guntur kini juga menerapkan system yang sama. Untuk itu, ada baiknya menyiapkan uang berlebih sebagai persiapan.

Untuk lebih amannya, lebih baik membawa fotokopi kartu identitas dan jangan lupa untuk selalu melapor di setiap pos. Agar jikalau terjadi sesuatu yang tak diharapkan, langkah penanganan dari pihak pengelola menjadi lebih mudah untuk dilakukan.

Jalur Pendakian

Jalan setapak menembus padang ilalang jadi ciri khas jalur pendakian Guntur 
Untuk mendaki ke puncak Guntur, jalur yang paling populer digunakan oleh para pendaki adalah jalur Citiis. Titik awal jalur pendakian ini berada di kawasan tambang pasir kaki Gunung Guntur. Berdasarkan pengalaman penulis, untuk menuju trek pendakian awal, dari pinggir jalan raya atau dari basecamp pendakian, kita harus menumpang truk pasir terlebih dahulu sampai dekat kawasan Curug Citiis.

Dari sana, barulah kita menyusuri setapak menembus ilalang dengan medan landai menuju kawasan aliran sungai Citiis. Setelah itu, anda akan menghadapi tanjakan berbatu yang lumayan terjal hingga masuk kembali ke medan padang ilalang dimana pos 3 berada. Di pos 3 ini ada sumber air untuk mengisi perbekalan. Disini juga terdapat kawasan yang lumayan nyaman untuk mendirikan tenda, seandainya anda ingin menghentikan perjalanan.

Dari pos 3, puncak 1 Guntur sudah kelihatan, namun jangan santai dulu, karena dari sini perjalanan sebenarnya baru dimulai. Jalur pendakian menyusuri setapak ditengah padang ilalang perlahan-lahan akan mulai menanjak. Medan tanah berpasir dan kerikil akan cukup menyulitkan langkah anda.

Memasuki pertengahan jalur, jangan kaget kalau medan yang dihadapi bakal semakin menanjak curam. Tak adanya pepohonan atau akar-akaran sebagai pegangan juga menjadi rintangan tersendiri yang harus dihadapi para pendaki Guntur. Untuk itu, alat bantu seperti trekking pole sangat dianjurkan untuk anda bawa.

Setelah tanjakan super miring mencapai klimaksnya, akhirnya anda akan sampai di puncak pertama Gunung Guntur. Puncak pertama merupakan kawasan padang rumput luas yang sangat cocok untuk dijadikan tempat berkemah. Dari sini, hanya butuh 10-15 berjalan menjak untuk mencapai puncak 2. Dari puncak 2, barulah akan terlihat puncak-puncak lain dari Gunung ini.

Jika ditotal, estimasi waktu pendakian Gunung Guntur dari trek awal hingga puncak pertama kurang lebih memakan waktu 4-5 jam perjalanan. Namun itu hanya sekedar estimasi, hasil di lapangannya akan berbeda-beda bergantung pada kecepatan dan gaya mendaki masing-masing orang.

Info Lain yang Perlu Anda Tahu


Gunung Guntur terkenal dengan tanjakan terjal dan medan tanah berkerikilnya. Untuk itu, sebagai persiapan, saya sarankan anda untuk membawa trekking pole, buff atau slayer, sarung tangan, dan menggunakan sepatu gunung yang kualitasnya telah teruji, agar pendakian bisa dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.

Menumpang truk pasir dari pinggir jalan raya atau basecamp pendakian akan menjadi pengalaman seru yang tak boleh anda lewatkan saat mendaki gunung ini.

Seperti yang sudah sedikit dibahas di bagian jalur pendakian, sumber air terakhir yang bisa diandalkan untuk mengisi perbekalan berada di pos 3.

Mengunjungi air terjun Citiis bisa jadi kegiatan alternative penghilang penat setelah turun gunung.

Menurut info dari seorang kawan, saat cuaca sedang buruk, demi menghindari kecelakaan akibat sambaran petir dan lain sebagainya, biasanya pihak pengelola melarang pendaki untuk berkemah di puncak, sehingga pos 3 biasanya dijadikan tempat alternative untuk camp area pendaki.

Dari sebuah artikel, saya menemukan kontak yang mungkin bisa anda jadikan sumber informasi terkait kondisi cuaca, keadaan terkini, atau info guide pendakian. Berikut nomor kontaknya : HP 085720424644 atau BBM 748F2E69 atas nama Unank. Atau bisa juga menghubungi para volunteer lewat akun twitter @volunteerguntur.

Tips Pendakian

1. Persiapkan fisik dan mental minimal seminggu sebelum pendakian.

2. Lakukan riset dan pelajari terlebih dahulu berbagai info tentang Gunung Guntur, usahakan untuk mendaki dengan ditemani kawan atau siapapun yang sudah pernah mendaki gunung ini.

3. Pilihlah waktu pendakian yang tepat, jika cuaca sedang sangat buruk dan tak memungkinkan untuk mendaki dengan aman, lebih baik tunda dulu waktu pendakian.

4. Selalu berhati-hati dan utamakan keselamatan baik saat tengah mendaki naik maupun turun gunung. Menurut pengalaman saya, jalur pendakian Gunung Guntur cukup berbahaya dan sangat riskan menyebabkan kecelakaan (terutama saat turun gunung). Untuk itu, persiapkan peralatan P3K sebagai antisipasi penanganan keadaan darurat.

5. Jangan lupa berdoa, hargai dan hormati adat istiadat masyarakat setempat, serta tidak merusak alam sekitar.

***

Semoga bermanfaat, salam lestari!

14 May 2016

Kesalahan Saat Pendakian Jangan Terus Disesali, Karena ‘Menyerah’ Bukan Gaya Seorang Petualang

"Artikel ini pernah terbit di phinemo.com"
Tak ada manusia yang sempurna, kita semua pasti pernah membuat kesalahan, termasuk saat sedang penjelajahan di alam liar. Dari mulai kesalahan konyol pendaki pemula seperti salah kostum, tidak membawa jas hujan atau senter, hingga kesalahan fatal saat salah prediksi cuaca atau salah mengambil jalur yang membuat kita tersesat.

Membuat kesalahan memang menyebalkan, bahkan tak jarang menimbulkan rasa penyesalan, namun jangan sampai kesalahan-kesalahan tersebut membuat kita kapok untuk kembali bertualang di alam bebas. Jadikanlah kesalahan tersebut sebagai pengalaman berharga untuk bahan pembelajaran dan introspeksi diri. Percayalah jika sukses mengambil pelajaran, kita pasti akan naik level menjadi petualang yang lebih baik dari sebelumnya, dan yang pasti lebih percaya diri dalam menghadapi dan menangani berbagai tantangan dan rintangan.

Tersesat memang menyebalkan, namun ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari sana

Kawan-kawan yang sudah pernah tersesat, pasti tahu betapa kehilangan arah dan tujuan di antah berantah adalah momen yang sangat melelahkan baik secara fisik maupun mental. Semangat yang sebelumnya begitu membara, tiba-tiba padam begitu saja saat kita sadar bahwa kita telah salah jalan. Pikiran-pikiran buruk datang dengan mudahnya, perasaan panik, takut dan gelisah membuat usaha mencari jalan kembali terasa semakin berat. Namun beruntung dari beberapa pengalaman tersesat yang pernah saya alami, banyak pelajaran berharga yang bisa saya petik.

Tersesat di tengah belantara tak terjadi begitu saja, kejadiannya pasti bertahap, yang berawal dari sebuah kesalahan kecil, diikuti kesalahan-kesalahan pengambilan keputusan lainnya. Yang harus kita lakukan adalah berusaha untuk tetap tenang dan memikirkan titik awal saat kita mulai keluar dari jalur yang benar. Mungkin saat menemukan persimpangan, kita telah salah mengambil jalur yang biasa digunakan penduduk, atau malah mengikuti jalur hewan sepeti babi hutan.

Dari pengalaman itu, kita bisa belajar membedakan mana jalur pendakian resmi dan jalur-jalur lain yang ada di alam, agar di kemudian hari kita tak lagi melakukan kesalahan yang sama saat menemukan persimpangan yang membingungkan. Kita juga menjadi tahu betapa pentingnya membawa alat navigasi darat dan menguasai ilmu-ilmunya.

Selain faktor dari luar, kesalahan pengambilan keputusan juga bisa terjadi karena faktor dari diri kita sendiri, seperti perut kelaparan, dehidrasi atau tubuh yang terlalu lelah karena kita paksakan. Saat dalam kondisi lelah dan kurang nutrisi, kita biasanya cenderung lebih mudah mengambil keputusan yang salah tanpa banyak pertimbangan yang rasional. Ini juga bisa jadi pelajaran penting lainnya, lain kali sebaiknya kita membawa lebih banyak snack, lebih banyak air, dan istirahat yang cukup sebelum melanjutkan perjalanan.

Pengalaman cedera bisa jadi cambuk agar di kemudian hari kita lebih mempersiapkan diri

Saya berharap cedera petualangan yang pernah kita alami tak lebih parah dari kaki yang terkilir, kram, dan cedera ringan lainnya. Namun kita perlu tahu, banyak resiko cedera yang lebih parah yang mungkin bisa terjadi dalam petualangan alam bebas. Ambil contoh dari film 127 Hours, kisah perjuangan Aaron Ralston tersebut benar-benar nyata terjadi dan beruntung ia selamat. Hebatnya, meski telah mengalami kejadian seburuk itu, ia tak pernah kapok dan tetap kembali bertualang.

Jadi, jangan sampai pengalaman pribadi atau cerita-cerita cedera dari orang lain membuat kita enggan dan takut untuk kembali bertualang. Yang perlu kita lakukan adalah belajar dari pengalaman tersebut, agar kita bisa mencegah sebelum terjadi, dan melakukan penanganan terbaik saat kebetulan kecelakaan yang menimbulkan cedera menghampiri diri atau teman kita sendiri.

Langkah pertama yang bisa diambil adalah dengan memilih peralatan yang sesuai dan nyaman di tubuh kita. Cedera punggung dan pundak bisa dicegah dengan menggunakan keril yang memiliki back-system yang bagus. Pengurangan beban dengan menerapkan teknik ultralight juga bisa sangat membantu. Sepatu hiking jenis sturdy boots akan mencegah cedera pada ankle. Untuk mencegah lecet, banyak cara bisa dilakukan, antara lain dengan memasang plester pada bagian kaki yang biasanya mengalami lecet parah.

Berikutnya, kita perlu memilih peralatan dan obat apa saja yang harus kita masukkan ke dalam kantong P3K. Sebaiknya lakukan pemilihan sesuai dengan medan yang akan kita tuju. Belajar teknik pertolongan pertama juga sangat penting untuk dilakukan, bila perlu kita ikut kursus dan pelatihan di institusi terkait seperti PMI dan Basarnas.

Langkah terakhir, jangan lupa untuk selalu memberikan informasi itinerary kita kepada keluarga atau kawan di rumah, agar mereka bisa cepat melakukan tindakan pertolongan saat sesuatu terjadi dan mengganggu keselamatan perjalanan kita.

Belajar menghadapi cuaca buruk, belajar beradaptasi dengan perubahan alam

Ada yang pernah terpaksa basah-basahan dan kedinginan sepanjang perjalanan gara-gara jas hujan bocor? Atau bahkan lebih parahnya gara-gara kita lupa membawa jas hujan? Saya pernah mengalami keduanya, dan pengalaman menyengsarakan tersebut kemudian menjadi poin pelajaran penting bagi diri saya. Kemana dan kapan pun kita pergi bertualang, entah itu sedang musim hujan atau kemarau, jas hujan harus selalu kita bawa dan simpan di bagian teratas keril. Untuk mengantisipasi kerusakan dan kebocoran, lebih baik kita juga membawa jas hujan cadangan.

Simpan semua barang penting dalam kantong plastic atau dry bag, dan tutupi keril kita dengan cover bag yang teruji anti bocor. Sebagai persiapan mengantisipasi situasi terburuk, flysheet untuk shelter darurat, space blanket (selimut darurat), dan bivy sack (bivak saku) juga penting untuk dibawa.

Dan saat merencanakan perjalanan, lebih baik kita perhatikan update perkiraan dan kondisi cuaca terkini untuk pegunungan atau daerah manapun yang akan kita tuju. Jika memang kondisi cuaca sedang sangat buruk dan membahayakan keselamatan, lebih baik menunda dulu waktu perjalanan.

Alam tak pernah bisa ditebak, dan alam bukanlah satu hal yang bisa kita remehkan. Jangan pernah memaksakan diri untuk melawan kekuatan alam, dan selalu lakukan persiapan sebaik mungkin kemanapun kita akan pergi bertualang.

***

Selalu utamakan keselamatan dalam setiap petualangan, semoga bermanfaat, salam lestari!

Baca juga :
7 Musuh paling Mematikan dalam Keadaan Survival di Alam
4 Ancaman Berbahaya yang Sering Diabaikan Pendaki

13 May 2016

7 Olahraga Alam Bebas Terpopuler di Indonesia


Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga untuk kebugaran tubuh, serta meningkatnya peran wisata sebagai salah satu kebutuhan primer, kini beberapa jenis olahraga alam bebas seperti mendaki gunung, rafting, dan lain sejenisnya sedang begitu populer dilakukan banyak orang, khususnya para anak muda.

Mengapa memilih olahraga alam bebas? Alasannya jelas karena selain membutuhkan aktivitas fisik yang cukup berat yang menyehatkan tubuh secara fisik, olahraga alam bebas juga biasanya dibubuhi unsur wisata yang bisa dimanfaatkan untuk meredakan stress. Seperti pribahasa "sekali merengkuh dayung, 2-3 pulau terlampau", dengan melakukan olahraga alam bebas, kita akan mendapat manfaat kebugaran fisik sekaligus refreshing menghilangkan stress.

Di negara kita yang kaya akan potensi alamnya ini, banyak sekali ragam olahraga alam bebas yang bisa dipilih sesuai dengan selera dan kesenangan kita. Bagi yang senang mendaki, bersepeda gunung, atau trail running, ada banyak gunung tinggi nan indah yang bisa dijadikan arena bermain. Sedangkan bagi mereka yang hobi diving atau berselancar, pantai dan laut di berbagai daerah bisa jadi destinasi yang memanjakan.

Dari banyak pilihan jenis olahraga alam bebas, berikut Blue Tripper akan merangkum 7 jenis olahraga alam bebas yang paling populer di Indonesia. Berikut bahasan singkatnya.

1. Mendaki Gunung (Hiking)

Karena berbagai kemudahan, terutama akses informasi dan sarana transportasi, belakangan ini, kegiatan mendaki gunung kian populer saja di Indonesia. Jika dulu, olahraga alam bebas ini hanya dikuasai oleh kelompok pecinta alam dan petualang saja, kini hampir semua orang bisa melakukannya. Tak heran beberapa tahun belakangan, mendaki gunung menjadi salah satu kegiatan olahraga sekaligus wisata luar ruangan yang sangat digandrungi kawula muda.

2. Arung Jeram atau ORAD (Rafting)

Olahraga air satu ini juga tak kalah populer. Karena minat dan animo masyarakat kian tinggi, belakangan di berbagai daerah (khususnya yang memiliki banyak sungai berair deras), bisnis wisata arung jeram atau rafting kian menjamur. Tantangan melewati jeram-jeram yang memacu adrenalin, serta tuntutan untuk mampu bekerja sama dengan baik antar sesama anggota tim dalam satu perahu karet membuat rafting menjadi pilihan favorit untuk sarana olahraga sekaligus hiburan penghilang stress.

3. Bersepeda (Cycling)

Sejak dulu hingga kini, olahraga bersepeda tak pernah kehilangan peminat. Belakangan, kegiatan bersepeda semakin ramai dilakukan anak muda, terbukti dengan kian banyak jenis cara bersepeda yang bermunculan, seperti sepeda gunung, touring jarak jauh, bikepacking, downhill, cross country dll. Selain benar-benar melatih kekuatan fisik, bersepeda di alam terbuka juga sangat ampuh untuk meredakan stress.

4. Panjat Tebing (Climbing)

“Gravitasi ternyata hanya mitos belaka”. Begitulah kelakar para pemanjat tebing yang tergila-gila dengan olahraga ekstrem satu ini. Olahraga ini menuntut para pelakunya untuk mampu mengalahkan tebing-tebing kokoh dengan hanya mengandalkan kekuatan otot tangan dan bagian tubuh lainnya dengan bantuan tali sebagai alat pengaman. Tebing berpuluh-puluh meter dengan tingkat kesulitan tinggi akan memberikan tantangan penuh adrenalin dan tentu akan memberikan kepuasan total kepada para pemanjat saat berhasil mengalahkannya.

5. Menyelam (Diving)

Dengan potensi kekayaan dan keindahan dunia bawah lautnya, Indonesia menjadi salah satu spot diving yang cukup terkenal di dunia. Meski olahraga ini terbilang cukup mahal dan hanya bisa dilakukan kalangan tertentu saja, diving tetap menjadi salah satu primadona olahraga alam bebas bagi masyarakat Indonesia.

6. Berselancar (Surfing)

Selain keindahan pemandangan bawah lautnya, pantai-pantai di Indonesia juga punya ombak yang sangat menantang untuk dijadikan arena bermain selancar air atau lebih dikenal dengan surfing. Anak pantai sejati pasti menjadikan surfing sebagai olahraga favoritnya.

7. Susur Gua (Caving)


Caving atau susur gua memang tak sepopuler olahraga-olahraga alam bebas lain yang sudah saya sebutkan di atas. Namun jangan salah, belakangan kegiatan susur gua mulai dilirik banyak orang sebagai salah satu kegiatan alternative pengisi waktu liburan. Keseruan menelusuri lorong-lorong sempit nan gelap dalam gua memberikan sensasi petualangan tersendiri yang bakal terkenang seumur hidup.

***

Ketujuh olahraga diatas dipilih hanya berdasarkan sudut pandang penulis melihat dari fenomena yang sedang berlangsung di masyarakat saat tulisan ini dibuat. Jika kawan-kawan punya pandangan lain dan ingin menambahkan jenis olahraga alam bebas lain yang menurut kawan-kawan cukup populer, silahkan meluangkan waktu untuk menuliskannya di kolom komentar.
Semoga bermanfaat, salam..