27 Jun 2016

4 Fakta yang Perlu Anda Tahu Tentang GORE-TEX


Saat hendak membeli jaket anti air (waterproof), anda tentunya ingin memastikan terlebih dahulu jika jaket yang akan anda beli terbuat dari bahan yang benar-benar mampu menahan partikel air meresap masuk dan juga mampu mengeluarkan panas yang dihasilkan tubuh (breathable).

Untuk memenuhi kriteria tersebut, ada banyak sekali produk berkualitas yang tersedia di pasaran, namun, dari sekian banyak, hanya satu nama yang cukup terkenal dan telah dipercaya memiliki kualitas terbaik olah banyak pihak. Produk tersebut bernama GORE-TEX.

GORE-TEX terkenal sebagai produsen bahan pakaian yang paling tahan air (waterproof), tahan angin (windproof) dan memiliki sistem respirasi yang baik (breathable). Karena kualitas terbaik di setiap produknya, GORE-TEX telah banyak dipercaya oleh banyak brand peralatan outdoor dunia. Jangan heran jika anda akan dapat menemukan logo GORE-TEX pada hampir semua peralatan mendaki gunung seperti mantel, jaket, atau sepatu gunung.

Secara garis besar, kita sudah tahu dan mengenal GORE-TEX, tapi sebenarnya apa sih yang membuat bahan kain ainti air ini begitu istimewa? Dalam tulisan ini saya akan coba membagikan informasi tentang beberapa fakta yang perlu anda tahu tentang GORE-TEX.

1. Apa itu GORE-TEX?

Sederhananya, GORE-TEX adalah bahan pakaian atau kain yang kuat, awet, tahan air, tahan angin dan sangat breathable yang biasa ditemukan di banyak pakaian, sepatu dan aksesoris, terutama untuk kegiatan luar ruangan.

GORE-TEX terbuat dari pengembangan polytetrafluoroethylene (atau disingkat ePTFE), yang diciptakan oleh Bob Gore pada tahun 1969 ketika ia dengan cepat mengembangkan PTFE dalam suatu kondisi tertentu. Hasilnya adalah bahan yang sangat kuat, material mikro yang memiliki daya serap air yang rendah dan sifat pelapukan yang cukup baik - sebuah solusi sempurna untuk bahan pakaian luar.

Pada tahun 1978, W.L. Gore & Associates secara resmi meluncurkan produk pertama GORE-TEX, bahan pakaian pertama di dunia yang benar-benar tahan air, tahan angin dan breathable. Bahan pakaian baru ini mampu menahan air dan hujan tidak menembus masuk, dan juga memungkinkan keringat dan panas tubuh untuk keluar dari dalam.

2. Bagaimana GORE-TEX bekerja?


Kain yang mampi menghalangi air untuk tidak menembus relatif sederhana dan mudag dibuat. Namun, menciptakan kain yang menghalangi air sementara memungkinkan keringat dan suhu tubuh untuk keluar dengan mudah, tentu jauh lebih sulit. Rahasia sukses GORE-TEX terletak pada beberapa fitur berikut ini:

Membran inti

Inti teknologi GORE-TEX adalah membran yang sangat tipis. Membran ini berisi lebih dari 9 miliar pori-pori mikroskopis, sekitar 20.000 kali lebih kecil dari setetes air, tetapi 700 kali lebih besar dari molekul uap air. Ini berarti bahwa air dalam bentuk cairan tidak dapat lolos ke dalam membran, tapi air sebagai uap air dari keringat diperbolehkan untuk lolos ke luar.

Laminasi

Fitur lain dari GORE-TEX adalah bagian laminasi. Laminasi ini adalah bagian yang merekatkan membran inti dengan kain utama, biasanya bahan sintetis seperti nilon.

Jahitan tersegel

Jahitan yang disegel dengan baik membuat seluruh bagiam luar jaket benar-benar tahan air dan tak mungkin mengalami kebocoran. Jika anda melihat jaket tahan air dengan lebih seksama, anda akan menemukan strip dari pita yang digunakan untuk menutup setiap celah di sekitar jahitan.

3. Tipe GORE-TEX apa saja yang tersedia?

Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi GORE-TEX terus berkembang pesat, dan saat ini ada berbagai jenis kain GORE-TEX yang tersedia. 3 diantaranya adalah:

GORE-TEX

Seperti telah dibahas sebelumnya, GORE-TEX adalah kain serbaguna yang dapat digunakan sebagai bahan peralatan untuk semua jenis kegiatan, dari mulai aktivitas luar ruangan hingga pakaian sehari-hari. Bahan GORE-TEX sangat kuat dan awet, tahan angin, tahan air dan breathable. GORE-TEX bisa dirancang dengan dua atau tiga lapisan, tergantung untuk kegiatan seperti apa bahan ini akan digunakan.

GORE-TEX Active

Seperti namanya, GORE-TEX Active lebih cocok digunakan untuk kegiatan yang lebih energik seperti ski, bersepeda atau mendaki gunung. Tipe ini memiliki keunggulan bahan yang lebih breathable dan kuat, sehingga akan tetap nyaman dipakai saat tubuh anda aktif bergerak dan menghasilkan banyak panas. GORE-TEX Active sangat ringan, memiliki sistem breathable yang sangat baik dan dibuat dengan konstruksi tiga lapisan bahan untuk perlindungan tambahan.

GORE-TEX Pro

GORE-TEX Pro dirancang dan dimodifikasi sedemikian rupa hingga menghasilkan bahan yang sangat kuat, tahan lama dan mampu digunakan dalam kondisi ekstrim untuk jangka waktu yang panjang. GORE-TEX Pro akan memberikan perlindungan maksimal untuk digunakan pada kegiatan outdoor yang lebih ekstrem, seperti mendaki gunung yang butuh waktu berhar-hari dengan kondisi cuaca yang sangat ekstrem.

4. Peralatan apa saja yang menggunakan teknologi GORE-TEX?

Jaket Gunung

Peralatan yang paling cocok dengan teknologi GORE-TEX tentu adalah jaket gunung. Jaket berbahan GORE-TEX yang anti air, kuat, awet, dan sangat breathable akan memberikan perlindungan maksimal yang anda butuhkan untuk digunakan pada hampir semua jenis kegiatan luar ruangan.

Sepatu Gunung

Teknologi GORE-TEX pada sepatu gunung akan membuat sepatu jadi lebih nyaman digunakan dan tahan air. Apapun medan dan kondisi yang harus anda lalui, entah itu tanah becek berlumpur, sungai kecil berair deras, padang savana berudara panas, sepatu berbahan GORE-TEX dijamin akan membuat kaki anda tetap kering dan nyaman.

Sarung Tangan

Produk lain yang turut memanfaatkan teknologi GORE-TEX adalah sarung tangan. Sarung tangan berbahan GORE-TEX akan bisa digunakan dalam segala kondisi cuaca, yang berarti tangan anda akan tetap hangat ketika udara sedang sangat dingin dan tetap kering ketika anda berkeringat karena hawa sedang panas.



FYI : Informasi lebih lengkap bisa anda akses di www.gore-tex.com.
Sumber gambar : www.gore-tex.com

25 Jun 2016

8 Tips Memilih Sepatu Gunung



Tips Memilih Sepatu Gunung - Di tulisan sebelumnya, beberapa peralatan untuk pendakian gunung seperti baju dan celana lapangan, kompor lapangan, serta ransel atau keril telah saya bahas satu persatu. Selain itu, sedikit bahasan tentang karakteristik sepatu gunung yang baik juga telah saya ulas dalam tulisan "peralatan dasar pendakian".

Untuk melengkapi bahasan mengenai peralatan pendakian khususnya tentang sepatu gunung, kali ini saya akan coba memberikan beberapa tips yang mungkin bisa berguna saat anda akan memilih sepatu gunung untuk dibeli.

Sedikit Pendahuluan tentang Sepatu Gunung

Sepatu merupakan peralatan dasar yang sangat vital kegunaannya dalam kegiatan pendakian. Karena modal utama dalam transportasi atau pergerakan kita saat mendaki adalah kedua kaki yang membutuhkan pelindung agar terhindar dari berbagai resiko, seperti cedera yang diakibatkan medan terjal berbatu yang kerap dijumpai dalam sebuah pendakian.

Fungsi lain dari sepatu adalah sebagai pakaian yang bernilai estetika yang dapat membuat penampilan kita saat mendaki akan terlihat macho dan keren (dengan catatan kita memakai sepatu yang memiliki tampilan luar bagus).

Tips Memilih Sepatu Gunung

sumber gambar : pixabay.com
Saat ini, model dan jenis sepatu gunung yang tersedia di toko-toko outdoor di kota anda, ataupun di toko online semakin banyak dan beragam. Hal ini tentunya memberikan keuntungan pada kita sebagai pembeli. Dengan banyaknya ragam dan jenis sepatu yang tersedia, kita bisa lebih leluasa untuk memilih dan menentukan sepatu mana yang memiliki kualitas terbaik dan cocok untuk kita pakai. Namun di lain sisi, hal ini juga bisa membuat kita bingung untuk menentukan pilihan sepatu terbaik yang layak kita beli.

Untuk memilih sepatu gunung yang baik dan berkualitas (dinilai dari segi fungsi utama sebagai pelindung kaki dan fungsi estetika), kita perlu memperhatikan dengan baik berbagai aspek yang ada dalam sepatu gunung yang akan kita pilih. 

Beberapa tips berikut ini mungkin akan membantu anda untuk menentukan pilihan sepatu gunung terbaik yang layak anda beli.

1. Sesuaikan jenis sepatu dengan medan yang akan dihadapi.

Pikirkan baik-baik medan seperti apa yang akan anda lalui dalam pendakian yang anda lakukan, pikirkan kemungkinan medan paling buruk yang akan dihadapi, sehingga anda akan dapat menentukan sepatu gunung seperti apa yang anda butuhkan untuk menghadapi medan yang akan dihadapi.

2. Pertimbangkan ukuran sepatu dengan cermat.

Pilihlah ukuran yang benar-benar pas dengan kaki anda, sepatu gunung dengan ukuran yang terlalu kecil akan sangat menyakitkan untuk dipakai dan bisa membuat kaki anda cedera, sedangkan sepatu yang terlalu loggar tak akan nyaman dipakai dan cukup mengganggu pergerakan dinamis dari kaki anda.

Namun menurut pengalaman saya, memakai sepatu yang terlalu pas juga kadang bisa menimbulkan cedera, terutama di ujung jari kaki setelah berlarian turun gunung. Untuk itu, lebih baik anda memilih sepatu dengan ukuran lebih satu nomor dari ukuran kaki anda. Lebih dari itu, jika memilih nomor yang terlalu besar akan kurang nyaman dipakai seperti yang saya bahas di atas.

3. Beban pendakian yang akan anda bawa juga harus jadi pertimbangan.

Perkirakan berat beban yang akan anda bawa saat melakukan pendakian, semakin berat beban yang akan anda bawa, semakin baik juga kualitas sepatu yang anda butuhkan guna mendukung perjalanan pendakian anda. Sepatu khusus untuk teknik pendakian ultralight akan cepat rusak jika anda mendaki dengan gaya konvensional yang menitikberatkan pada banyaknya barang bawaan.

4. Pertimbangkan untuk memilih sepatu yang cukup ringan.

Meski harganya mungkin relatif lebih mahal, namun pengurangan beban dari sepatu ini akan membantu meringankan langkah anda. Sepatu jenis ini sangat cocok jika anda penyuka teknik ultralight hiking.

5. Jenis bahan sepatu juga harus anda pertimbangkan.

Sepatu yang sebagian besar bahannya terbuat kulit memiliki keunggulan pada kekuatan, daya tahan yang prima, anti air, dan breathable (memiliki sirkulasi udara baik), namun memiliki kekurangan pada berat sepatu yang cukup lumayan. Sementara sepatu dengan bahan campuran kulit dan karet sintetis memiliki berat yang lebih ringan, namun kekuatan dan daya tahannya tak lebih baik dari sepatu kulit.

6. Jangan terlalu terpaku pada harga.

"Harga biasanya tak pernah berbohong" Begitulah kalimat yang banyak dipercaya orang, sehingga timbul anggapan bahwa semua barang dengan harga mahal pasti punya kualitas yang lebih baik daripada barang serupa dengan harga lebih murah.

Namun jangan terlalu yakin dan terbuai dengan kepercayaan tersebut. Tidak semua sepatu gunung berharga mahal punya kualitas yang lebih baik daripada sepatu lain berharga murah. Anda harus cermat dan berhati-hati dalam memilih sepatu gunung. Jika memang sesuai kriteria yang saya bahas di tulisan ini, dan juga sangat nyaman dipakai, sepatu berharga murah pun bisa jadi lebih cocok untuk anda beli.

7. Perbanyaklah bertanya pada si penjual sebelum anda benar-benar membeli sepatu gunung yang anda sukai.

Jangan malu untuk banyak bertanya tentang berbagai hal berkaitan dengan sepatu yang anda sukai sebelum benar-benar deal membeli sepatu tersebut. Bahannya terbuat dari apa? Adakah garansi kerusakan? Apakah sepatu tersebut tahan air? Bagaimana cara terbaik merawat sepatu tersebut? dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membuat anda semakin tahu keunggulan dan kekurangan dari sepatu yang akan anda beli. Jika merasa tak cocok, anda bisa beralih ke sepatu lain.

8. Jangan lupa untuk mencoba memakai sepatu sebelum benar-benar anda beli.

Hal terpenting yang perlu anda perhatikan dalam memilih sepatu gunung adalah aspek kenyaman saat dipakai. Mencoba sepatu pilihan anda sebelum deal membeli merupakan langkah yang harus anda lakukan. Coba kenakan dan berjalanlah disekitar untuk mengetahui tingkat kenyamanan dari sepatu tersebut. Jika nyaman dipakai, cocok dengan kaki anda, dan tentunya sesuai dengan budget di dompet anda, jangan ragu lagi untuk segera deal membeli. 

***


Itulah 8 tips memilih sepatu gunung yang dapat saya bagikan. Telitilah sebelum membeli, jangan memilih dengan asal, karena sepatu gunung biasanya digunakan untuk jangka waktu yang lumayan panjang. Pilihlah dengan bijak dan sesuai kebutuhan. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk anda semua. Salam lestari!

24 Jun 2016

7 Cara Terbaik Membuat Api tanpa Korek


Membuat api untuk berbagai keperluan seperti memasak makanan, menghangatkan badan, ataupun mengusir hewan liar adalah salah satu kebutuhan penting untuk dapat bertahan hidup di alam bebas. Dengan prioritas seperti itu, tak heran korek api (baik itu korek kayu atau gas) sebagai alat utama untuk membuat api menjadi salah satu barang paling penting bagi para petualang.

Nah bagaimana jika satu waktu kita dipaksa berhadapan dengan kondisi tanpa korek api saat sedang bertualang di alam bebas? Penyebabnya bisa karena lupa membawa korek, jatuh atau hilang di perjalanan, tak berfungsi karena basah, atau dalam situasi paling ekstrim kita kehabisan korek karena terjebak dalam dalam keadaan survival untuk waktu yang cukup lama.

Tanpa api di tengah alam liar dengan cuaca yang ganas, sepertinya kita tak bakal mampu bertahan hidup dalam waktu yang lama.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi buruk seperti yang saya bahas di atas, alangkah baiknya kita membekali diri dengan pengetahuan dan skill bertahan hidup (survival) seperti cara membuat api tanpa korek. Jika dipelajari dan dikuasai dengan baik, pada satu kondisi, skill membuat api ini mungkin akan dapat menyelamatkan hidup anda.

***

Untuk dapat membuat api tanpa korek, ada banyak cara dan teknik yang bisa dilakukan, 7 diantaranya akan saya bahas dalam tulisan ini.

1.Membuat api dengan memutar batang kayu dengan tangan (Hand Drill Method).

Menurut para ahli survival, cara ini merupakan salah satu cara paling sederhana dan sering dipraktekan untuk membuat api oleh para survivor. Cara membuat api yang dikenal dengan nama hand drill method ini mengandalkan gesekan antara batang kayu dan papan yang akan menghasilkan panas untuk membuat api.

Cara ini juga tidak membutuhkan bahan-bahan rumit seperti cairan kimia dll. Anda hanya perlu sebuah papan kayu yang cukup kokoh sebagai alas, satu batang kayu kurang lebih sepanjang setengah meter, dan serpihan-serpihan kecil kayu, daun atau rumput kering yang mudah terbakar sebagai sumbu api.

Langkah pertama, buat cerukan kecil pada papan kayu sebagai tempat ujung batang kayu yang akan anda gesekkan. Letakkan batang kayu tepat dicerukan tersebut. Simpan beberapa serpihan kayu kecil, daun, atau rumput kering di sekitar cerukan. Berikutnya, putar-putar batang kayu dengan tangan anda hingga untuk menghasilkan gesekan.

Setelah bara api mulai muncul di sekitar daerah gesekan antara batang dan papan kayu, tambahkan lagi beberapa serpihan kayu yang mudah terbakar, kemudian tiup bara tersebut hingga api benar-benar menyala.

Setelah itu, tambahkan beberapa batang kayu kecil agar api mulai membesar. Setelah nyala api stabil, silahkan tambahkan potongan kayu yang lebih besar.

Alternatif cara lain untuk menerapkan metode ini bisa anda lihat dan pelajari dengan lebih jelas dalam video berikut.


2. Membuat api dengan memutar batang kayu dengan bantuan busur (Bow Drill Method).

Metode kedua ini konsepnya hampir sama dengan metode pertama tadi, namun dengan variasi menggunakan busur yang akan memudahkan anda untuk memutar batang kayu dan mempercepat timbulnya bara api hasil gesekan kayu.

Pada metode ini anda hanya perlu membuat sebuah busur sederhana dengan membengkokkan sebuah batang kayu, kemudian ikat kedua ujungnya dengan menggunakan tali yang cukup kuat. Kaitkan bagian tengah tali pada batang kayu, kemudian putar bolak-balik batang kayu dengan menggerakkan busur berulang kali. Gunakan batu untuk pemberat di atas batang kayu, agar ujungnya tetap menempel pada papan saat anda putar memutar busur.

Selanjutnya lakukan putaran berulang-ulang hingga menghasilkan asap dan bara api, tiup dan tambahkan kayu seperti pada metode pertama.

Jika anda kebetulan punya tali yang bisa digunakan untuk merangkai busur, membuat api dengan metode ini jauh lebih efisien dan mudah dilakukan dibanding dengan metode pertama.

Alternatif cara lain untuk menerapkan metode ini bisa anda lihat dan pelajari dengan lebih jelas dalam video berikut.


3. Membuat api dengan bantuan bajak api (Fire Plow).

Metode ketiga ini juga masih mengedepankan konsep menghasilkan bara api dari gesekan antar kayu, namun dengan cara yang benar-benar berbeda. Jika di metode pertama dan kedua tadi kita membuat gesekan dengan memutar batang kayu, di metode ketiga ini, kita membuat gesekan dengan menekan batang kayu maju-mundur pada papan kayu yang diletakkan dalam posisi agak miring.

Untuk membuat api dengan metode ini, bahannya masih agak sama dengan yang pertama dan kedua tadi, namun disini anda harus membuat cerukan memanjang pada papan kayu sebagai alur untuk menggesekkan batang kayu. Buat cerukan dengan pisau, atau batu runcing (jika tak ada pisau).

Letakkan papan dengan posisi agak miring dimana ujung bawahnya harus anda jepit dengan kaki. Letakkan beberapa serpihan kayu, daun, atau rumput kering sebagai sumbu di sekitar bagian ujung alur. Kemudian gerakan batang kayu dengan arah maju mundur mengikuti alur untuk menghasilkan gesekan hingga muncul bara api dan asap. Berikutnya, lakukan serupa di metode pertama dan kedua.

Alternatif cara lain untuk menerapkan metode ini bisa anda lihat dan pelajari dengan lebih jelas dalam video berikut.


4. Membuat api dengan batu api dan potongan besi.

Membuat api dengan metode ini perlu peralatan khusus yakni batu api yang tak bisa anda dapatkan dengan mudah di alam sekitar. Jika anda membeli sepaket peralatan survival, batu api dan sebatang besi biasanya sudah termasuk didalam paket tersebut sebagai fire starter darurat.

Metode ini mengharuskan anda untuk menggesekkan batu api pada besi (bisa menggunakan pisau saku) untuk menghasilkan percikan bara api yang akan membakar sumbu api dari bahan-bahan yang mudah terbakar seperti kertas, serpihan kayu kecil, daun, atau rumput kering sebagai sumbu. Asalkan anda punya peralatannya (batu api dan besi), membuat api dengan metode ini terbilang cukup mudah untuk dilakukan.

Alternatif cara lain untuk menerapkan metode ini bisa anda lihat dan pelajari dengan lebih jelas dalam video berikut.


5. Membuat api dengan menggunakan cermin atau kaca pembesar.

Dulu kala, saat masa sekolah dasar dalam pelajaran IPA atau saat ikut kegiatan pramuka, mungkin anda semua pernah belajar atau bahkan mencoba-coba membuat api dengan metode ini. Ya, metode ini membutuhkan sinar matahari untuk kemudian dipantulkan dengan cermin cekung atau kaca pembesar pada bahan yang mudah terbakar.

Reflektor pada lampu senter atau botol bening yang diisi air bisa digunakan sebagai alat pendukung metode ini. Selanjutnya anda hanya perlu memfokuskan pantulan sinar matahari pada bahan yang mudah terbakar. Membuat api dengan metode ini butuh waktu dan kesabaran.

Alternatif cara lain untuk menerapkan metode ini bisa anda lihat dan pelajari dengan lebih jelas dalam video berikut.


6. Membuat api dengan baterai dan steel wool.

Apa itu steel wool? Kurang lebihnya, steel wool adalah sebuah untaian besi yang dililit dengan rapi hingga menghasilkan untaian serabut besi.

Anda yang suka dengan fotografi mungkin sudah tak asing dengan benda satu ini. Ya, di dunia fotografi ada sebuah teknik bernama steel wool photography yang menggunakan benda ini sebagai penghasil percikan api untuk di-capture oleh kamera. Karena kerap digunakan untuk kebutuhan fotografi, steel wool banyak dijual di toko-toko kamera, atau hardware.

Untuk membuat api dengan metode ini, bahan lain yang anda butuhkan adalah baterai. Caranya cukup mudah, anda tinggal menggesekkan steel wool pada bagian terminal baterai hingga memunculkan bara api. Api yang muncul harus segera didekatkan dengan bahan yang mudah terbakar sebagai sumbu api, sebelum seluruh steel wool habis terbakar.

Membuat api dengan metode ini butuh peralatan modern seperti baterai dan steel wool, namun sangat efektif dan mudah dilakukan.

Alternatif cara lain untuk menerapkan metode ini bisa anda lihat dan pelajari dengan lebih jelas dalam video berikut.


7. Membuat api dengan pembakaran kimia.

Setelah berkutat dengan berbagai proses pembuatan api secara fisika, di metode terakhir ini kita akan mempelajari cara membuat api yang melibatkan bahan-bahan kimia. Metode ini melibatkan 2 jenis bahan kimia yang bisa menimbulkan reaksi kimia pembuat api.

Bahan yang anda butuhkan adalah Kristal kalium atau potassium permangate dan gliserin (glycerin). Bahan pertama biasa digunakan sebagai antiseptic atau pembersih kuman dan penjernih air. Dengan fungsi tersebut, bahan ini juga akan sangat berguna untuk kebutuhan survival lainnya saat anda ingin membersihkan luka atau membunuh kuman dan menjernihkan air yang anda temukan di sumber air yang cukup kotor.

Sedangkan gliserin biasanya digunakan untuk bahan sirup pada obat cair atau untuk membuat kue. Bahan ini bisa anda dapatkan di apotek-apotek terdekat atau di toko kimia untuk bahan makanan.

Cara membuat api dengan 2 bahan kimia ini cukup mudah dilakukan, anda hanya perlu meletakkan satu sendok potassium permanganate di atas bahan mudah terbakar seperti selembar kertas atau sehelai daun kering. Simpan diatas potongan kayu kecil, kemudian tambahkan beberapa tetes gliserin di atas kristal potassium permanganate. Mundur agak jauh dan tunggu beberapa menit.

Reaksi kedua bahan kimia tersebut akan menghasilkan ledakan kecil yang bakal membakar sumbu api anda dengan seketika.

Alternatif cara lain untuk menerapkan metode ini bisa anda lihat dan pelajari dengan lebih jelas dalam video berikut.
***

Membuat api adalah salah satu cara bertahan hidup paling penting terutama untuk memasak bahan makanan. Selain itu membuat api unggun untuk menghangatkan badan juga bisa menyelamatkan kita dari serangan hipotermia.

Perlu diingat, membuat api dengan ke tujuh cara ini tidak semudah seperti apa yang saya tuliskan dan apa yang anda lihat di video-video di atas, apalagi jika anda benar-benar masih pemula dan belum pernah mencoba teknik-teknik ini. Untuk benar-benar bisa membuat api tanpa korek, butuh proses belajar dan berlatih dengan waktu yang tak sebentar, kecuali jika anda memang benar-benar berbakat.

Sebagai catatan lain, berhati-hatilah saat membuat api dan pastikan anda telah menyiapkan langkah-langkah atau alat untuk memadamkan api sebelum anda membuat api menyala, agar potensi bahaya kebakaran bisa segera diatasi manakala kecelakaan terjadi.

Semoga bermanfaat, salam lestari! 

6 Tips Agar Tidak Meninggalkan Jejak saat Bertualang di Alam Bebas (Leave no Trace!)

Tidak meninggalkan jejak saat bertualang di alam bebas adalah salah satu bentuk usaha dan kepedulian kita terhadap kelestarian alam. Menerapkan prinsip leave no trace dan mematuhi aturan-aturan tak tertulis saat melakukan pendakian gunung wajib dilakukan jika anda ingin dianggap sebagai pendaki yang bertanggungjawab.

Bersih sempurna tanpa meninggalkan jejak sedikitpun saat bertualang di alam bebas memang cukup mustahil untuk dilakukan, namun setidaknya kita bisa melakukan berbagai usaha untuk meminimalisir jejak-jejak atau bahkan kerusakan yang kita timbulkan pada alam. Untuk itu, sebagai bentuk usaha kita dalam menjaga kelestarian alam, 7 tips berikut ini mungkin akan berguna untuk diterapkan saat mendaki gunung.

1. Lakukan persiapan dengan sebaik mungkin.

Membawa persediaan makanan dan air dengan cukup akan menghindarkan anda dari merusak alam untuk mencari kebutuhan pangan dari alam. Membawa dan menggunakan peta dan kompas sebagai alat navigasi sangat berguna agar anda tidak tersesat dan merusak ekosistem hutan di gunung.

Mempelajari dengan detil berbagai informasi tentang gunung yang akan anda daki juga akan membuat anda tahu area mana saja yang biasa dan boleh dimasuki pendaki, sehingga anda tidak akan memasuki area konservasi yang bisa mengganggu ekosistem alam. Hal-hal kecil namun penting seperti ini bisa anda lakukan saat persiapan sebelum melakukan pendakian.

2. Selalu gunakan jalur pendakian dan area berkemah yang telah tersedia.

Jika tidak dalam kondisi darurat (karena longsor, kebakaran, dll), membuka jalur dan area berkemah baru sangat terlarang untuk dilakukan. Saat membuka lahan baru berarti kita harus menebang pepohonan, membuka semak-semak, membabat rerumputan, dan lain sebagainya. Hal ini tentu sangat merusak alam sekitar.

Maka dari itu, sebisa mungkin tetaplah berjalan dengan menggunakan jalur yang tersedia, dan pastikan memasang tenda anda di lahan yang memang sudah biasa digunakan sebagai camp area.

3. Bawa pulang kembali sampah yang anda hasilkan!

Saya sangat bersyukur dalam beberapa tahun terakhir para pendaki Indonesia mulai sadar tentang pentingnya untuk tidak membuang sampah di gunung. Usaha-usaha pembersihan dan imbauan untuk tidak membuang sampah di gunung yang gencar dilakukan oleh para pendaki budiman (baca : pecinta alam) cukup sukses dan belakangan mulai menuai hasil yang cukup positif.

Dan perlu diingat, kata sampah di sini bukan hanya barang-barang seperti plastik makanan, botol air, kantong kresek, dan lain sebagainya, namun termasuk juga kotoran manusia yang kita hasilkan. Namun tenang saja, untuk sampah yang satu ini, jika memang keberatan, kita tak perlu membawanya pulang, hehe. Kita hanya perlu membuangnya dengan cara yang benar. Baca tulisan ini untuk mengetahui buang air di gunung yang baik dan benar.

4. Jangan merusak! Biarkan alam tetap liar seperti apa adanya.

Memetik bunga, mencoret-coret batu, atau mencungkil-cungkil batang pohon, adalah beberapa contoh perbuatan tercela yang kerap dilakukan para pendaki gunung di masa lalu. Tren baru yang belakangan sering saya lihat, banyak pendaki yang menyusun batu-batu di dasar kawah atau lembah untuk dibuat tulisan "i love you", "i miss you", dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak merusak, namun bagi saya, hal ini jelas sangat mengganggu pemandangan dan mengurangi sisi natural dari alam.

Jika ingin mengamati hewan liar, lakukan dari jarak secukupnya, interaksi langsung dengan hewan mungkin akan merubah prilaku hewan tersebut. Lalu, pastikan semua sisa makanan yang kita hasilkan tidak dibuang sembarangan, karena makanan manusia biasanya punya efek buruk untuk hewan liar.

Cobalah untuk tidak mengubah apapun yang ada di alam, biarkan mereka alami dengan segala keindahan dan keunikannya.

5. Jangan membuat api, kecuali untuk kebutuhan darurat.

Dulu, ketika teknologi kompor lapangan belum secanggih saat ini, ketika pakaian dan tenda pendaki masih seadanya, membuat api unggun untuk memasak dan menghangatkan badan mungkin wajib dilakukan para pendaki. Namun sekarang, dengan kompor canggih yang kita bawa, jaket dan tenda anti badai yang kita gunakan, rasanya api unggun tak diperlukan lagi. Kecuali jika kita memang terdesak oleh situasi, seperti terserang hipotermia atau kompor lapangan yang kita bawa mengalami kerusakan, membuat api unggun mungkin boleh dilakukan sebagai upaya untuk bertahan hidup (survival).

6. Jangan seenaknya sendiri, berbagi dan hargailah orang lain dan alam sekitar.

Saat berpapasan dengan pendaki lain, jangan mau menang sendiri, pahami aturannya, dan mengalahlah jika pendaki lain dalam kondisi terdesak. Berbagi jalur saat pendakian sedang ramai bisa meminimalisir pelebaran atau pembukaan jalur baru. Saat berkemah, hargai privasi pendaki lain dengan tidak berbicara atau memutar musik terlalu kencang. Mendengarkan suara alam mungkin lebih baik daripada mendengar musik dari gadget-gadget modern.

Bumi hanya satu, dan bumi bukan milik anda sendiri, berbagilah..

***

Itulah 6 tips agar tidak meninggalkan jejak saat bertualang yang bisa saya bagikan kepada anda semua. Semoga bermanfaat dan salam lestari!

FYI : Info lebih lanjut tentang prinsip leave no trace silahkan kunjungi lnt.org.

11 Jun 2016

Hipotermia saat Mendaki Gunung, Pelajari Cara Mencegah dan Mengatasinya!


Mendaki gunung merupakan olahraga yang berhubungan langsung dengan alam bebas, khusunya alam pegunungan yang berada pada ketinggian, dimana cuaca dan suhu udara di ketinggian gunung dapat berubah-ubah dengan cepat tanpa dapat kita prediksi sebelumnya. Salah satu ancaman paling serius saat mendaki gunung di ketinggian adalah serangan hipotermia akibat kedinginan.

Apa itu Hipotermia?

Hipotermia terjadi manakala suhu tubuh inti manusia jatuh di bawah suhu tubuh normalnya. Hal ini dapat dengan mudah terjadi bila tubuh anda terkena angin yang dingin atau terlalu lama dalam keadaan basah. Saat suhu tubuh menurun drastis akibat kedinginan, anda akan mulai menggigil sebagai bentuk usaha tubuh anda untuk menghangatkan diri.

Saat keadaan tersebut berlangsung, tubuh anda akan kehilangan banyak energi, sampai pada titik batas energi anda habis, tubuh akan mulai memasuki fase kritis, dan kemudian bisa menyebabkan kematian. Banyak sekali peristiwa kematian pendaki gunung yang disebabkan oleh serangan hipotermia ini, untuk mengantisipasinya, anda perlu memahami penyebab hipotermia, cara mencegahnya, serta cara mengatasinya, agar anda akan siap ketika tiba-tiba harus menghadapi situasi hipotermia. 

Mencegah Serangan Hipotermia

Untuk mencegah terjadinya hipotermia, anda perlu menjaga tubuh agar selalu terhidrasi dengan baik, tidak terlalu kelelahan, terlindung dari angin dingin pegunungan, serta tidak memakai pakaian yang basah.

Pastikan diri anda untuk selalu berpakaian dengan baik saat melakukan pendakian. Bila perlu, gunakan beberapa lapis pakaian. Pastikan pakian anda selalu dalam keadaan kering dan hangat. Gunakan jaket dengan bahan yang anti angin dan air. Makanlah makanan dengan kadungan gizi yang baik, dan minum cukup air.

Saat anda terlalu lelah untuk melakukan pendakian, jangan terlalu memaksakan diri, lebih baik beristirahat dalam tenda yang hangat untuk memulihkan kondisi tubuh anda. Dan jangan lupa untuk selalu membawa survival kit.

Kenali Gejala yang Menandakan Anda Terserang Hipotermia

Jika hal diatas tidak dilakukan, pada saat kondisi cuaca dan keadaan alam mendadak memburuk saat sedang mendaki, anda bisa saja terkena hipotermia. Untuk mengetahui apakah anda atau teman anda telah terserang hipotermia, ketahuilah beberapa gejala berikut ini. 

Gejala awal dari hipotermia adalah tubuh yang menggigil, pada awalnya menggigil dengan pelan, kemudian berangsur lebih parah hingga akhirnya berhenti. Gejala berikutnya adalah bicara penderita hipotermia mulai ngawur, kehilangan koordinasi tubuh (seperti sulit mengikat tali sepatu atau menutup risleting jaket), sering kebingungan, bersikap apatis, dan perilakunya mulai irrasional.

Pelajari Cara Menangani Korban yang Terserang Hipotermia


Jika anda telah melihat gejala-gejala diatas terjadi pada seseorang, segera atasi dengan beberapa tindakan penanggulangan. Jika kondisi korban tidak sadarkan diri, segera cari bantuan medis professional, namun jika tak memungkinkan untuk memanggil tenaga medis, segera pindahkan korban ke dalam shelter yang kering dan hangat.

Lakukan usaha pemindahan tubuh korban dengan lembut dan perlahan, karena kondisi jantungnya sedang rapuh dan sensitif terhadap goncangan. Jika korban memakai pakaian basah, segera buka dan ganti dengan yang kering dan hangat.

Selimuti korban dengan sleeping bag atau selimut lainnya agar segera dapat menghangatkan tubuhnya. Saat korban mulai sedikit mendapat kesadarannya, coba untuk menyuruhnya memegang cangkir dengan minuman hangat, dan perintahkan untuk meminumnya secara perlahan. Minuman manis hangat yang mengandung jahe dan madu sangat baik untuk diberikan.

Jangan memaksa memberikan makanan atau minuman kepada korban yang tak sadarkan diri, hal ini hanya akan membuat korban tersedak. Setelah cukup sadar, ajak korban untuk mencoba bergerak dan sedikit berolahraga, agar suhu tubuhnya dapat dengan cepat kembali hangat.

***

Di beberapa gunung, seperti Gede-Pangrango, pendaki yang terserang hipotermia menjadi salah satu kasus yang cukup sering terjadi, beberapa diantaranya bahkan berujung kematian. Karena seriusnya ancaman ini, maka dari itu, anda perlu benar-benar mempelajari tentang hipotermia dan bagaimana cara terbaik untuk menanganinya. Demikian informasi yang bisa saya bagikan kepada anda semua, semoga bermanfaat, salam lestari!

*Sumber gambar : flickr.com (creative common)