Satu Lagi Ancaman Bahaya untuk Para Pendaki Gunung : Tersambar Petir


Di bulan Desember 2016 lalu, saya sempat mendapat kabar yang kurang menyenangkan dari dunia pendakian tanah air, yakni tentang adanya 2 kasus pendaki yang tersambar petir, yang pertama di Gunung Arjuno di Jawa Timur  dan yang kedua di Gunung Slamet di Jawa Tengah. Kasus pertama terjadi dengan tragis, karena menelan satu korban jiwa dan 2 orang luka-luka. Sementara menurut berita yang saya baca, kasus kedua menimpa 3 orang korban dengan luka bakar yang cukup serius di bagian kepala dan kaki.

Kabar ini tentunya harus menjadi perhatian serius untuk kita bersama sebagai penggiat olahraga alam bebas, khususnya genre pendakian gunung. Kita perlu meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati saat pergi mendaki di musim hujan, apalagi jika kebetulan gunung yang kita tuju memiliki banyk tempat-tempat terbuka tanpa adanya pepohonan.

Berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa diterapkan demi menghindari ancaman tersambar petir saat mendaki gunung.

Tips Menghindari Tersambar Petir saat Mendaki Gunung


1. Tunda rencana pendakian hingga cuaca lebih bersahabat.

Langkah paling aman yang bisa anda pilih tentu dengan membatalkan perjalanan saat anda mengetahui jika kondisi cuaca di lokasi sedang sangat buruk. Memaksakan diri mendaki saat hujan badai sedang melanda tentu akan meningkatkan resiko kecelakaan, dan tak menutup kemungkinan anda akan menjadi korban berikutnya.

2. Buang benda-benda runcing yang menonjol dari keril anda.

Jika memaksa untuk pergi mendaki saat cuaca buruk, atau kebetulan anda menghadapi cuaca buruk di tengah perjalanan, usahakan jangan ada benda-benda runcing yang menonjol dari keril anda seperti misalkan trekking pole yang anda selipkan di samping keril. Benda-benda runcing yang menonjol akan meningkatkan resiko terkena sambaran petir.

3. Saat berada di sekitar hutan, segera cari tempat berlindung seperti sekumpulan pepohonan kecil yang tak terlalu tinggi.

Yang pertama kali perlu anda ingat adalah jangan sampai anda panik saat tiba-tiba hujan badai disertai petir datang menyerang. Kuasai diri anda, berpikirlah dengan jernih, dan segera cari tempat terbaik untuk berlindung. Jika kebetulan anda berada di tempat terbuka namun tak jauh dari kawasan hutan, segera bergerak mencari tempat yang ditumbuhi kawanan pepohonan yang tak terlalu tinggi.

4. Hindari berlindung di dekat sebuah pohon besar yang menjulang tinggi.

Sebuah pohon tunggal yang menjulang tinggi sendirian tentu merupakan sasaran paling empuk untuk sambaran petir. Maka dari itu, usahakan untuk menghindari lokasi seperti itu.

5. Jauhi benda-benda yang dapat menghantarkan listrik, seperti pagar besi atau menara pemancar.

Setahu saya, di beberapa puncak gunung atau kawasan sekitarnya, seringkali ditemukan menara-menara pemancar ataupun pemantau aktifitas gunung yang dilengkapi pula pagar-pagar dari besi. Nah saat hujan badai disertai petir datang, segera jauhi tempat-tempat tersebut.

6. Jika berada di tempat terbuka, cari tempat rendah seperti daerah lembah untuk tempat berlindung.

Tempat terbuka dengan elevasi tinggi sangat berbahaya dan rawan terserang sambaran petir. Jika kebetulan anda berada di tempat dengan kondisi seperti itu, segera menjauh dan turun ke tempat yang lebih rendah. Area lembah bisa jadi tempat berlindung yang cukup aman.

7. Jika akan tersambar, tubuh anda akan merasakan tanda yang dinamakan positive streamers.

Menurut sebuah sumber yang saya baca, jika kita akan tersambar, tubuh kita akan mengirimkan sinyal berupa sensasi bernama positive streamers (lebih jelasnya tentang positive streamers silahkan anda googling sendiri). Saat anda merasakan sensasi itu, berarti anda harus bersiap untuk tersambar petir. Segera posisikan tubuh anda untuk tiarap atau meringkuk dengan memeluk lipatan kaki. Saat sambaran datang, tahan napas anda, karena udara di sekitar sambaran petir pastinya bersuhu sangat tinggi, dan hal tersebut sangat berbahaya untuk tubuh anda.

8. Pelajari cara pertolongan pertama untuk korban sambaran petir.

Saat ada korban tersambar petir di sekitar anda, hal pertama yang harus dilakukan adalah segera cari bantuan tim medis. Saat menunggu tim medis datang, cobalah untuk menganalisa kondisi korban. Jika korban tidak bernapas, namun jantungnya masih berdenyut, lakukan resusitasi dengan napas buatan. Jika nadi korban tak berdenyut, segera lakukan CPR dengan tangan (pertolongan pertama pada korban henti napas). Sedangkan jika kondisi korban masih bernapas dengan jantung masih berdenyut, segera cari bagian tubuh korban yang mengalami cedera, seperti kulit terbakar, patah tulang, atau pendengaran dan penglihatan yang terganggu.

P3K yang saya jelaskan di atas hanya merupakan sedikit gambaran sederhana saja. untuk lebih lengkap dan jelasnya, silahkan anda browsing sendiri atau bertanya langsung kepada orang medis.

9. Setelah badai petir mereda, tunggu selama 30 menit sebelum pergi meninggalkan tempat berlindung untuk memastikan kondisi benar-benar aman.

Setelah petir terakhir menerjang, jangan buru-buru langsung beranjak pergi dari tempat anda berlindung, tunggu sejenak kurang lebih selama 30 menit demi memastikan kondisi benar-benar telah aman untuk melanjutkan perjalanan anda. Selalu waspada dan hati-hati akan adanya badai petir susulan yang sering mengikuti.

***

Itu saja sedikit tips pendaki gunung untuk menghindari sambaran petir yang bisa saya bagikan kepada kawan-kawan sekalian. Semoga bermanfaat, salam..

Comments

Eksapedia said…
Bermanfaat sekali mas, btw ane belum pernah muncak malah :D

Popular Posts