Tips Memilih Senterkepala (Headlamp) yang Bisa Diandalkan untuk Pendakian Malam


Memilih Senterkepala (Headlamp) - Meski tak terlalu banyak, ada sebagian pendaki (terutama yang sudah berpengalaman) lebih suka mendaki gunung di waktu malam. Alasannya karena saat mendaki malam, kita tak perlu berhadapan dengan paparan sinar matahari yang bisa mempercepat dehidrasi, sehingga cukup efektif untuk menghemat energi. Selain itu, dengan kegelapan malam, jarak pandang menjadi terbatas, sehingga pemandangan jalur-jalur terjal yang bakal menghadang di depan jadi tak terlihat. Hal ini cukup bagus untuk mempertahankan mental, karena bisanya saat melihat jalur terjal yang harus dihadapi, mental pendaki akan drop, apalagi jika anda adalah pendaki yang benar-benar baru pertama naik gunung.

Namun kendala yang harus dihadapi saat seorang petualang memilih mendaki di malam hari tentunya adalah gelap. Namun tenang saja, seiring dengan semakin majunya teknologi, rintangan ini bisa kita atasi dengan penggunaan alat penerang, yakni senter. Masalah kemudian berkembang, saat mendaki melewati medan terjal, seorang petualang membutuhkan kebebasan bergerak dari hampir semua anggota tubuhnya, termasuk tangan yang kadang dibutuhkan untuk pegangan pada akar, pokok, atau bebatuan untuk membatu melewati medan yang curam. Karena alasan tersebut, penggunaan senter konvensional yang memerlukan tangan untuk memegang menjadi tak lagi efektif digunakan.

Beruntung kita lahir di zaman yang sudah demikian canggih, sehingga masalah ini bisa teratasi dengan adanya senterkepala atau lazim disebut headlamp. Dengan senter yang terpasang di kepala, kedua tangan kita menjadi bebas bergerak, dan sorotan senter secara otomatis pasti mengikuti arah pandangan kita. Berdasarkan pentingnya peran senterkepala untuk kebutuhan pendakian, akhirnya peralatan satu ini menjadi salah satu barang penting yang harus selalu dibawa para pendaki.

Terlepas dari pemilihan waktu pendakian, senterkepala tetap kita butuhkan, karena saat kita mendaki siang pun, ada kemungkinan kita kemalaman sebelum tiba di tujuan. Selain itu, senterkepala atau headlamp juga sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas yang dilakukan dimalam hari, seperti memasak dan lain sebagainya.

Untuk membantu anda saat hendak memilih dan membeli senterkepala untuk melengkapi peralatan pendakian, kali ini saya akan mencoba memberikan beberapa tips memilih senterkepala atau headlamp yang mungkin akan sangat berguna.

1. Jangan beli senterkepala dengan harga yang super murah!

Saat hendak membeli sesuatu, ingatlah pesan yang berbunyi "Harga tak pernah bohong!". Ya, menurut pengalaman saya saat membeli barang, terutama peralatan, harga selalu mencerminkan kualitas barang yang didapat. Maka dari itu, jika anda tak ingin mendapatkan senterkepala yang tak bisa diandalkan saat mendaki malam, saran saya jangan membeli barang dengan harga yang super murah.

Jika dompet anda tak mendukung untuk membeli senterkepala yang memang terbukti berkualitas namun berharga sangat mahal, alihkan pilihan pada barang dengan harga menengah. Jika masih tak terjangkau, lebih baik anda menabung terlebih dahulu hingga keuangan anda mencukupi, jangan terburu-buru langsung membeli barang termurah. Percuma anda membeli senterkepala berharga nurah jika hanya bisa digunakan sekali dan setelah itu langsung rusak, atau bahkan lebih parahnya barang murah tersebut malah ngadat saat benar-benar dibutuhkan dalam kondisi terdesak.

Jika boleh menyarankan, senterkepala dari energizer cukup bagus untuk dibeli. Meski harganya cukup murah, namun menurut pengalaman saya, kualitasnya cukup bagus dan bisa diandalkan. Jika punya dana berlebih, senterkepala dari petzl atau black diamond sangat layak untuk dibeli.

2. Usahakan untuk memilih senterkepala yang hemat energi.

Harus sering mengganti baterai ditengah perjalanan tentunya akan ribet untuk dilakukan, apalagi jika terjadi dalam kondisi tak ideal, seperti ditengah hujan badai atau saat tersesat di hutan. Maka dari itu, lebih baik anda membeli senterkepala yang cukup hemat energi. Selain perjalanan tidak akan terganggu akibat harus sering mengganti baterai, cadangan baterai yang harus kita bawa pun tak bakal terlalu banyak, sehingga bisa memperingan beban perbekalan yang harus dibawa.

3. Ujicoba sebelum membeli untuk melihat intensitas cahaya yang dihasilkan.

Seberapa terang senterkepala yang kita miliki akan mempengaruhi kelancaran dan kenyamanan perjalanan pendakian malam yang dilakukan. Selain itu, senterkepala dengan intensitas cahaya yang tinggi akan sangat bisa diandalkan untuk mencari barang yang tak sengaja terjatuh di tengah kegelapan. Telitilah sebelum membeli dengan mencoba terlebih dahulu senterkepala yang akan anda beli.

4. Seberapa lebar daya sorot senterkepala juga perlu diperhatikan.


Selain intensitas cahaya, daya jangkau cahaya yang dihasilkan senterkepala juga perlu jadi perhatian. Sorotan cahaya yang hanya terfokus kedepan akan mengaburkan berbagai rintangan yang mungkin menghadang bagian pinggiran jalur, seperti ranting pohon dan lain lain. Karena alasan itu, senterkepala dengan daya sorot yang cukup lebar dan luas akan lebih baik untuk anda beli.

5. Jika tersedia, pilihlah senterkepala yang memiliki fitur pengatur fokus sorotan.

Dengan pengatur fokus sorotan, anda bisa menyesuaikan cahaya yang keluar dari senterkepala dengan kebutuhan di lapangan. Misalkan anda sedang butuh cahaya terang yang fokus pada satu titik, tau anda butuh cahaya yang lebih melebar demi melihat kondisi sekeliling anda, tinggal atur saja fokus sorotan cahayanya sesuai kebutuhan. Senterkepala dengan fitur seperti itu akan memberi anda kenyamanan lebih dan bakal berguna untuk mengatasi berbagai situasi dan kondisi.

6. Pilih senterkepala yang bisa menghasilkan cahaya merah.

Ketika sedang bercengkrama di dalam tenda, atau sedang melakukan kegiatan memasak makanan, penerangan dari senterkepala tentu saja sangat dibutuhkan. Namun sorotan cahaya LED nya yang super terang biasanya akan membuat silau mata orang lain yang terkena sorotan langsung dari senterkepala kita. Untuk itu, headlamp yang memiliki fitur cahaya merah akan sangat berguna mengatasi kondisi tersebut tanpa harus merusak mata orang lain.

7. Usahakan untuk memilih senterkepala yang menggunakan baterai yang sama dengan peralatan lain.

Kegiatan mendaki gunung dan petualangan alam bebas lainnya membutuhkan prilaku efeisien dari para pelakunya. Hal ini dimaksudkan demi tercapainya kelancaran dan keamanan perjalanan yang dilakukan, karena dalam berkegiatan di alam bebas, kita seringkali harus menghadapi kondisi-kondisi berbahaya yang bisa mengancam keselamatan.

Persoalan memilih tipe baterai peralatan sebenarnya tak menimbulkan efek yang berbahaya, namun cukup menjengkelkan juga saat mengalaminya di lapangan, apalagi jika hal tersebut terjadi dalam kondisi yang tak ideal.


8. Agar bisa digunakan dalam setiap kondisi, pilih senter kepala yang memiliki kualitas tahan air.

Hujan adalah satu kondisi yang benar-benar lumrah terjadi di gunung dengan medan hutan hujan. Maka dari itu, setiap pendaki di Indonesia harusnya paham jika peralatan tahan air sangat diperlukan dalam setiap perjalanan pendakian, tak terkecuali senterkepala yang tahan air. Standar penilaian tingkat kemampuan tahan air pada senterkepala bisa dilihat dari nilai IPX-nya.

Jika anda juga suka dengan olahraga alam bebas jenis lainnya seperti susur gua (caving) atau menyelam, senterkepala yang anda gunakan tentunya wajib tahan air.


Sumber gambar : pixabay.com

Comments

Eksapedia said…
Wah nice tips gan..
ane belum pernah kluyuran malam2 :D
muncak juga belum. Hehehe