7 Fakta tentang Puncak Jaya (Carstensz Pyramid) yang Perlu Anda Tahu


Dengan status sebagai titik tertinggi Indonesia dan salah satu dari 7 gunung tertinggi (seven summit) dunia, wajar saja bila menginjakkan kaki di Puncak Jaya atau (terkenal dengan nama) Carstensz Pyramid menjadi salah satu impian terbesar banyak pendaki gunung. Namun karena banyak faktor, tak sembarang orang bisa melakukan ekspedisi ke Puncak Jaya. Salah satunya karena medan pendakian menuju puncak Carstensz Pyramid adalah salah satu yang tersulit di dunia.

Bagi banyak pendaki Indonesia termasuk saya sendiri, mendaki dan menginjakkan kaki di Puncak Jaya yang setinggi 4.884 mdpl ini mungkin merupakan salah satu mimpi besar yang bakal sulit terwujud, kecuali jika kebetulan kita kaya raya atau kejatuhan durian runtuh ada yang mengajak bergabung ke tim ekspedisi dengan cuma-cuma alias tanpa biaya. Meski mimpi tersebut sulit terwujud, namun tak ada salahnya jika kita memperluas wawasan dengan mencoba mengenal lebih dekat Puncak Carstensz Pyramid lewat beberapa fakta berikut ini.

1. Heinrich Harrer adalah orang pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Carstensz Pyramid.

Pendaki asal Austria bernama Heinrich Harrer adalah orang pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Puncak Jaya. Harrer yang terkenal dengan kisah petualangannya di Tibetpada masa perang dunia kedua yang diangkat dalam film "7 Years in Tibet" berhasil mencapai puncak tertinggi di Indonesia pada tanggal 13 Februari 1962. Kisah perjalanannya di Papua termasuk saat ia berhasil mendaki Puncak Jaya ia tulisa dalam buku best-seller berjudul "I Come from The Stone Age".

2. Ekspedisi menuju Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid termasuk salah satu pendakian termahal di dunia. 

Menurut sebuah artikel di situs nationalgeographic.co.id, biaya pendakian menuju puncak tertinggi di Indonesia ini kurang lebih sekitar 1.800 US Dollar per orang. Namun jika melihat di situs-situs penyedia jasa ekspedisi ke Puncak Jaya, harga yang mereka cantumkan bahkan lebih gila lagi, di beberapa website saya melihat harga paketnya mencapai angka 10-20 ribu US Dollar! Namun mungkin saja itu merupakan harga paket pendakian untuk para pendaki luar Indonesia, untuk pendaki lokal mungkin biayanya bisa lebih murah, tergantung pihak penyedia jasa pendakian. Biaya besar ini membuat Cartensz Pyramid menjadi salah satu gunung termahal di dunia.

3. Carstensz Pyramid diambil dari nama seorang penjelajah Belanda, Jan Carstenszoon.

Carstenszoon merupakan orang pertama yang melihat gletser es di Puncak Jaya. Ia melihat pemandangan menakjubkan tersebut di satu hari yang langka di tahun 1623 saat cuaca kebetulan sedang sangat cerah. Fakta bahwa ia melihat gletser di daerah khatulistiwa kemudian ia ceritakan di Eropa dan menjadi bahan tertawaan banyak orang, karena mungkin agak mustahil gletser es bisa ada di daerah khatulistiwa yang beriklim tropis.

4. Puncak Jaya terletak tak jauh dari tambang emas terbesar di Dunia.

Puncak Jaya terletak sekitar 4 kilometer dari Grasberg Mine yang merupakan tambang emas terbesar di dunia, dan tambang tembaga terbesar ketiga di dunia. Areal pertambangan ini dikuasai oleh PT.Freeport Indonesia yang beberapa waktu belakangan menuai banyak kontroversi terkait isu politik di Indonesia.

5. Puncak Jaya termasuk ke dalam area Taman Nasional Lorentz.

Dengan luas area mencapai 25.056 kilometer persegi, Taman Nasional Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Sejak tahun 1999, Taman Nasional Lorentz telah ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO.

6. Ekspedisi Carstensz Pyramid merupakan salah satu pendakian paling sulit di dunia.

Medan yang cukup ekstrem bukan hanya satu-satunya rintangan yang harus dihadapi para petualang yang ingin mendaki Puncak Jaya. Banyak problem lain yang sejak dulu sering menyulitkan para petualang untuk melakukan ekspedisi ke Puncak Jaya, mulai dari kesulitan mendapat izin akibat ribetnya birokrasi di negeri kita, ancaman suku lokal yang katanya punya budaya kanibal, dan belakangan ancaman dari organisasi separatis seperti OPM juga menjadi tantangan tersendiri yang harus siap dihadapi para petualang yang ingin mencapai puncak tertinggi di kawasan Australia dan Oceania ini.

7. Status Puncak Jaya sebagai salah satu Gunung Seven Summit masih sering menjadi perdebatan para pendaki dunia.

Karena letaknya yang berada di kepulauan Indonesia yang secara politik termasuk kedalam wilayah Benua Asia, sebagian pendaki lebih senang memilih Mt.Kosciusko yang merupakan titik tertinggi di benua Australia sebagai salah satu dari seven summit dunia. Namun sebagian lain bersikukuh jika Carstensz Pyramid merupakan salah satu dari seven summit dunia karena secara geografis terletak di wilayah Australia dan Oceania. Pelopor yang pertama kali mempopulerkan Carstensz sebagai salah satu dari seven summit dunia adalah Reinhold Messner.

***

Itulah 7 fakta tentang Puncak Jaya alias Carstensz Pyramid yang bisa saya bagikan kepada anda semua. Semoga bermanfaat menambah wawasan tentang dunia pendakian. Salam Lestari!

Sumber gambar : adventurealternative.com

Comments

Popular Posts