Gunung Guntur (2249 MDPL)


Siapa yang tak kenal dengan Garut, kota yang punya julukan Swiss van Java ini dikelilingi banyak sekali gunung indah yang mengundang untuk dijelajahi. Para pendaki, terutama mereka yang berdomisili di sekitar Jawa Barat pastinya sering menjadikan Garut sebagai tujuan petualangan.

Salah satu gunung di Jawa Barat khususnya di kota Garut yang cukup terkenal sebagai destinasi pendakian adalah Gunung Guntur. Tergabung kedalam trio PaGuCi bersama Papandayan dan Cikuray, Guntur adalah salah satu destinasi andalan kota Garut untuk wisata pendakian. Meski tingginya tak seberapa (yang terendah dibanding Cikuray dan Papandayan), namun Guntur punya medan pendakian yang cukup menantang untuk dihadapi.

Untuk menambah pengetahuan anda tentang gunung yang satu ini, kali ini saya akan membahas sedikit info tentang Gunung Guntur.

Cara Menuju ke Gunung Guntur

Titik awal yang harus anda tuju adalah pom bensin dekat desa Tanjung yang berada di jalan raya leles Garut. Jalan ini biasa dilewati kendaraan umum jurusan Garut-Bandung. Jika bingung, anda bisa menuju ke terminal Guntur terlebih dahulu, untuk kemudian naik angkutan umum jurusan leles.

Dari gerbang desa Tanjung, anda bisa menumpang truk pengangkut pasir hingga basecamp pendaftaran. Bagi yang membawa kendaraan pribadi seperti sepeda motor, bisa dititipkan di basecamp tersebut. Sebagai catatan, truk pasir banyak berlalu lalang dari pagi hingga menjelang sore hari.

Persyaratan Pendakian

Basecamp Gunung Guntur
Berdasarkan pengalaman penulis, terakhir kali mendaki keGunung Guntur, system pendakiannya masih dikelola secara tradisional oleh warga sekitar, sehingga tak ada persyaratan khusus yang diperlukan. Anda hanya perlu menuliskan nama-nama anggota kelompok pendakian disertai nomor kontak ketua timnya.

Untuk biaya, dulu setahu saya tak ada tarif khusus, kita bebas memberikan sejumlah uang untuk sumbangan seikhlasnya. Mengingat pengalaman saya mendaki Cikuray yang belakangan mulai mematok tarif tiket pendakian, ada kemungkinan Gunung Guntur kini juga menerapkan system yang sama. Untuk itu, ada baiknya menyiapkan uang berlebih sebagai persiapan.

Untuk lebih amannya, lebih baik membawa fotokopi kartu identitas dan jangan lupa untuk selalu melapor di setiap pos. Agar jikalau terjadi sesuatu yang tak diharapkan, langkah penanganan dari pihak pengelola menjadi lebih mudah untuk dilakukan.

Jalur Pendakian

Jalan setapak menembus padang ilalang jadi ciri khas jalur pendakian Guntur 
Untuk mendaki ke puncak Guntur, jalur yang paling populer digunakan oleh para pendaki adalah jalur Citiis. Titik awal jalur pendakian ini berada di kawasan tambang pasir kaki Gunung Guntur. Berdasarkan pengalaman penulis, untuk menuju trek pendakian awal, dari pinggir jalan raya atau dari basecamp pendakian, kita harus menumpang truk pasir terlebih dahulu sampai dekat kawasan Curug Citiis.

Dari sana, barulah kita menyusuri setapak menembus ilalang dengan medan landai menuju kawasan aliran sungai Citiis. Setelah itu, anda akan menghadapi tanjakan berbatu yang lumayan terjal hingga masuk kembali ke medan padang ilalang dimana pos 3 berada. Di pos 3 ini ada sumber air untuk mengisi perbekalan. Disini juga terdapat kawasan yang lumayan nyaman untuk mendirikan tenda, seandainya anda ingin menghentikan perjalanan.

Dari pos 3, puncak 1 Guntur sudah kelihatan, namun jangan santai dulu, karena dari sini perjalanan sebenarnya baru dimulai. Jalur pendakian menyusuri setapak ditengah padang ilalang perlahan-lahan akan mulai menanjak. Medan tanah berpasir dan kerikil akan cukup menyulitkan langkah anda.

Memasuki pertengahan jalur, jangan kaget kalau medan yang dihadapi bakal semakin menanjak curam. Tak adanya pepohonan atau akar-akaran sebagai pegangan juga menjadi rintangan tersendiri yang harus dihadapi para pendaki Guntur. Untuk itu, alat bantu seperti trekking pole sangat dianjurkan untuk anda bawa.

Setelah tanjakan super miring mencapai klimaksnya, akhirnya anda akan sampai di puncak pertama Gunung Guntur. Puncak pertama merupakan kawasan padang rumput luas yang sangat cocok untuk dijadikan tempat berkemah. Dari sini, hanya butuh 10-15 berjalan menjak untuk mencapai puncak 2. Dari puncak 2, barulah akan terlihat puncak-puncak lain dari Gunung ini.

Jika ditotal, estimasi waktu pendakian Gunung Guntur dari trek awal hingga puncak pertama kurang lebih memakan waktu 4-5 jam perjalanan. Namun itu hanya sekedar estimasi, hasil di lapangannya akan berbeda-beda bergantung pada kecepatan dan gaya mendaki masing-masing orang.

Info Lain yang Perlu Anda Tahu


Gunung Guntur terkenal dengan tanjakan terjal dan medan tanah berkerikilnya. Untuk itu, sebagai persiapan, saya sarankan anda untuk membawa trekking pole, buff atau slayer, sarung tangan, dan menggunakan sepatu gunung yang kualitasnya telah teruji, agar pendakian bisa dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.

Menumpang truk pasir dari pinggir jalan raya atau basecamp pendakian akan menjadi pengalaman seru yang tak boleh anda lewatkan saat mendaki gunung ini.

Seperti yang sudah sedikit dibahas di bagian jalur pendakian, sumber air terakhir yang bisa diandalkan untuk mengisi perbekalan berada di pos 3.

Mengunjungi air terjun Citiis bisa jadi kegiatan alternative penghilang penat setelah turun gunung.

Menurut info dari seorang kawan, saat cuaca sedang buruk, demi menghindari kecelakaan akibat sambaran petir dan lain sebagainya, biasanya pihak pengelola melarang pendaki untuk berkemah di puncak, sehingga pos 3 biasanya dijadikan tempat alternative untuk camp area pendaki.

Dari sebuah artikel, saya menemukan kontak yang mungkin bisa anda jadikan sumber informasi terkait kondisi cuaca, keadaan terkini, atau info guide pendakian. Berikut nomor kontaknya : HP 085720424644 atau BBM 748F2E69 atas nama Unank. Atau bisa juga menghubungi para volunteer lewat akun twitter @volunteerguntur.

Tips Pendakian

1. Persiapkan fisik dan mental minimal seminggu sebelum pendakian.

2. Lakukan riset dan pelajari terlebih dahulu berbagai info tentang Gunung Guntur, usahakan untuk mendaki dengan ditemani kawan atau siapapun yang sudah pernah mendaki gunung ini.

3. Pilihlah waktu pendakian yang tepat, jika cuaca sedang sangat buruk dan tak memungkinkan untuk mendaki dengan aman, lebih baik tunda dulu waktu pendakian.

4. Selalu berhati-hati dan utamakan keselamatan baik saat tengah mendaki naik maupun turun gunung. Menurut pengalaman saya, jalur pendakian Gunung Guntur cukup berbahaya dan sangat riskan menyebabkan kecelakaan (terutama saat turun gunung). Untuk itu, persiapkan peralatan P3K sebagai antisipasi penanganan keadaan darurat.

5. Jangan lupa berdoa, hargai dan hormati adat istiadat masyarakat setempat, serta tidak merusak alam sekitar.

***

Semoga bermanfaat, salam lestari!

Comments