Tips Memilih Kompor untuk Mendaki Gunung


Tips Memilih Kompor - Saat mendaki gunung (terutama pendakian yang butuh waktu berhari-hari), kompor lapangan merupakan salah satu peralatan wajib yang harus dibawa, karena perannya yang sangat vital terkait dengan pemenuhan kebutuhan asupan makanan untuk tubuh. Tanpa kompor, proses memasak makanan akan sangat sulit untuk dilakukan, terutama saat cuaca buruk datang menghadang.

Ada beragam jenis kompor lapangan yang banyak tersedia di toko-toko perlengkapan outdoor. Kompor berbahan bakar gas tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari yang berbentuk simple dengan ukuran yang sangat kecil sehingga mudah untuk dibawa, sampai ada kompor gas portable yang berat namun sangat berguna jika butuh memasak untuk banyak orang. Ada juga kompor berbahan bakar cair (alkohol, spertus, dkk), dengan desain ringkas dan ringan yang sering dipilih para pendaki penyuka gaya ultralight hiking.

Dengan banyaknya pilihan, kadangkala banyak orang yang bingung menentukan jenis kompor seperti apa yang harus dipilih untuk dibawa dalam pendakian, beberapa tips di bawah ini mungkin dapat membantu kamu dalam menentukan pilihan.

Kondisi Pendakian sebagai Acuan untuk Memilih Kompor


1. Jenis Medan dan Pemilihan Waktu Pendakian

Jika menghadapi jenis medan pendakian yang terbuka, kamu harus memilih tipe kompor yang memiliki pelindung dari hembusan angin. Angin gunung biasanya berhembus sangat kencang, apalagi jika di medan pendakian terbuka yang tidak memiliki kerapatan vegetasi pepohonan. Untuk medan pendakian khusus seperti daerah bersalju atau medan dengan tinggi diatas 4.000 mdpl, kompor berbahan bakar gas akan sulit untuk digunakan dalam tekanan udara dan suhu yang sangat rendah, sehingga kamu harus mencari solusi untuk memilih kompor yang tepat.

2. Jumlah Anggota Kelompok

Banyak orang yang ikut dalam kelompok pendakianmu juga patut dijadikan acuan untuk pemilihan kompor lapangan. Hal ini berkaitan dengan jumlah makanan yang harus dimasak, serta efisiensi waktu yang dibutuhkan untuk memasak. Untuk jumlah anggota kelompok yang besar, hindari pemakaian kompor yang tidak didesain untuk memasak dalam jumlah banyak. Lebih baik pilih kompor gas karena punya keunggulan efisiensi waktu yang cepat serta api yang dihasilkan juga cukup stabil.

3. Lama Waktu Pendakian

Pendakian dalam jangka waktu yang cukup panjang menuntut kita untuk melakukan efisiensi dalam berbagai hal, termasuk soal pemilihan kompor. Pemilihan tipe bahan bakar yang digunakan juga sangat penting, mengingat beban dan efisiensi penggunaan harus kita atur dengan cermat. Hindari pemilihan kompor yang boros bahan bakar, agar kita dapat berhemat dan bisa bertahan hidup sepanjang waktu pendakian yang dilakukan.

Pilihlah kompor dengan desain cukup ringkas dan ringan, agar kamu bisa menghemat ruang dan berat kompor yang dibawa tidak menambah beban pendakian yang harus ditanggung. Ingat, dalam pendakian yang butuh waktu lama, setiap harinya kondisi fisikmu akan semakin melemah, jangan heran jika di hari pertama carrier bakal terasa ringan dan nyaman untuk digendong, namun saat menjelang akhir perjalanan, tiba-tiba carrier tersebut menjadi lebih berat dan menyulitkan, padahal beban yang dibawa tidak banyak berubah.

Rekomendasi Kompor untuk Pendakian


1. Kompor Gas Portable

photo from isirumah.co.id
Keunggulan : Kompor portable seperti gambar diatas sangat mudah sekali untuk digunakan, keamanan cukup terjamin karena posisi gas terpisah dari api yang keluar serta punya cover pelindung. Seperti umumnya kompor berbahan bakar gas, kompor ini sangat bisa diandalkan untuk kebutuhan memasak dalam waktu cepat. Besar kecil api yang dibutuhkan juga dapat diatur dengan sangat mudah. Kompor jenis ini sangat cocok untuk diandalkan dalam pendakian kelompok dengan banyak jumlah personil.

Kekurangan : Desain yang tak ringkas (utuh tidak bisa dilipat atau dibongkar) membuat kompor ini akan menghabiskan banyak ruang dalam carrier. Selain itu, kompor seperti ini juga cukup berat untuk dibawa, sehingga akan menambah beban pendakian yang harus kamu pikul. Menurut kabar yang beredar, kompor berbahan bakar gas juga tak dapat digunakan di tempat dengan elevasi diatas 4.000 mdpl dan tempat dengan suhu udara sangat rendah (belum pasti kebenarannya). Jika angin bertiup kencang, nyala api akan terganggu, sehingga butuh perlindungan tambahan dari hembusan angin.

2. Kompor Gas Mini

photo from tokopedia.com
Keunggulan : Desain sangat simple dengan ukuran kecil dari kompor satu ini akan memudahkan kamu untuk membawanya. Dengan ukuran yang kecil, kompor ini akan sangat menghemat ruang. Untuk beberapa tipe desain, kompor seperti ini juga dapat dibongkar pasang, sehingga bisa disimpan di tempat terpisah.

Kekurangan : Posisi gas yang sangat berdekatan dengan output api rentan dengan bahaya kecelakaan. Dari pengalaman yang pernah saya alami, kompor jenis ini juga kadang sulit dipasang, terutama jika di beberapa bagian yang bisa dilipat telah muncul banyak karat. Input gasnya juga kadang tidak cocok atau sulit dipasangkan dengan beberapa jenis tabung gas yang biasa dijual dipasaran. Kompor ini juga tidak tahan dengan hembusan angin.

photo from teknindogas.wordpress.com
Keunggulan : Kompor jenis ini hampir sama dengan jenis yang sudah dibahas di atas, sehingga keunggulannya hampir sama. Satu keunggulan yang berbeda hanya karena kompor jenis ini menggunakan selang sebagai penyalur gas, sehingga tabung gas bisa diposisikan agak jauh dari output api untuk meminimalisir bahaya kecelakaan.

Kelemahan : Cukup mudah rusak, terutama bagian selang yang sering tersumbat. Kompor ini juga tidak tahan dengan hembusan angin kencang.

3. Kompor Gas Mini anti Badai

photo from bukalapak.com
Keunggulan : Kompor gas jenis ini sebenarnya hampir sama dengan kompor gas mini yang telah dibahas di atas. Desainnya yang simple dan ringan, akan sangat memudahkan untuk dibawa. Satu keunggulan lain yang dimiliki kompor ini adalah tersedianya cover pelindung output api dari angin kencang yang kerap terjadi di pegunungan, sehingga aktivitas memasak kamu akan tetap berjalan lancar meski cuaca tak mendukung.

Kekurangan : posisi gas yang dekat dengan nyala api cukup berbahaya dan rawan kecelakaan. Jika tak dirawat dengan baik, kompor jenis ini juga cukup mudah rusak.

4. Kompor Trangia

photo from bushmanswildhiking.blogspot.co.id
Keunggulan : Trangia merupakan jenis kompor yang sangat disukai oleh para pendaki, terutama para pendaki yang suka dengan teknik ultralight hiking. Desainnya yang sangat ringkas, serta telah dilengkapi dengan cooking set, membuat kompor ini akan menghemat banyak ruang dalam carrier. Beratnya yang sangat ringan turut menambah nilai spesial kompor buatan Swedia ini. Jumlah bahan bakar juga mudah diatur, desain kompornya juga sangat aman dari hembusan angin, sehingga bisa digunakan dalam segala kondisi. Tersedia juga botol khusus untuk bahan bakar cair agar lebih aman dan nyaman saat digunakan.

Kekurangan : Tidak didesain untuk memenuhi kebutuhan memasak bagi banyak orang. Api yang dihasilkan bahan bakar cair tidak secepat dan sestabil api dari gas, sehingga tak bisa diandalkan untuk kebutuhan memasak dalam waktu cepat. Cukup sulit mengontrol besar kecil api yang dibutuhkan.

***

Setiap jenis kompor lapangan memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing, jadi kamu harus pintar-pintar memilih dengan memperhatikan berbagai aspek terutama soal kebutuhan dan kenyamanan penggunaan. Jika kamu punya tips lain yang bisa menambahkan dan melengkapi tulisan ini, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar, semoga bermanfaat, salam lestari!

Comments

Rere STA said…
makasih ya infonya
Dwi Yanto said…
terimakasih tips nya kawan
Anonymous said…
Bener tuh bro kalau gas di suhu rendah kayak beku jadi harus di kocok dulu sampe anget baru bisa nyala
Mantap Banget Infonya....nih.....
Thanks....gan..
Anonymous said…
artikel yang sangat bermanfaat brader.... thanks...

Popular Posts