Jalur Pendakian Gede-Pangrango via Selabintana

photo from boksistory.wordpress.com
Gede-Pangrango via Selabintana - Dibandingkan dengan jalur Cibodas dan Gunung Putri, jalur Selabintana merupakan jalur yang jarang dipilih para pendaki yang berniat menyambangi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dikarenakan kondisi medan yang terjal, becek, dengan banyak pacet (binatang penghisap darah serupa lintah dengan ukuran kecil) yang sering menyerang. Maka dari itu jalur Selabintana cukup jarang dipilih, kecuali bagi mereka yang mencari tantangan atau sudah bosan dengan jalur Cibodas dan Gunung Putri. Selabintana sendiri merupakan kawasan wisata alam yang berada di Sukabumi, sehingga ada banyak penginapan dan rumah penduduk yang bisa digunakan jika kamu membutuhkannya. Untuk persiapan perbekalan, lebih baik kamu siapkan di Sukabumi.

Untuk mencapai selabintana bisa menuju terminal Sukabumi terlebih dahulu, untuk kemudian lanjut naik angkot menuju Bhayangkara, lalu dilanjut angkot menuju Selabintana. Turun di hotel Selabintana, kemudian kamu harus berjalan selama kurang lebih 45 menit menuju kantor Resort TNGP Selabintana (960 mdpl). Oh iya, di Selabintana ini ada juga wisata air terjun indah yang bisa sekalian kamu kunjungi, yakni air terjun Selabintana. Setelah melapor dan melakukan pendaftaran di pos, saatnya untuk memulai pendakian.

Pendakian Gunung Gede-Pangrango lewat jalur Selabintana ini merupakan yang paling berat diantara jalur lainnya, perjalanan awal menuju Citinggar (1.000 mdpl) dengan berjalan melewati hutan selama kurang lebih 20 menit. Selanjutnya jalur mulai semakin curam dan terjal untuk menuju ke Citinggar Barat (1.175 mdpl). Perjalanan dilanjutkan dengan menghadapi medan yang semakin terjal dan berat menuju Cigeber (1.300 mdpl), hingga sampai di Cileutik (1.500 mdpl). Perlu untuk diperhatikan jika di sekitar Cigeber cukup rawan longsor, maka dari itu kamu perlu hati-hati dan waspada saat melewati jalur Selabintana ini.

Dari Cileutik, memulai dengan melewati sungai kecil, masih dibutuhkan waktu kurang lebih selama 4 jam perjalanan menanjak tanpa ampun untuk menyusuri punggungan selatan Gunung Gede, untuk nantinya setelah bertemu persimpangan antara Gunung Gede dan Gunung Gemuruh, kamu bakal melewati perjalanan menurun menuju Alun-alun Suryakencana.


Estimasi waktu perjalanan untuk melakukan pendakian Gede-Pangrango via Selabintana kurang lebih butuh waktu selama 9-10 jam perjalanan ditambah istirahat dan bermalam. Jalur Selabintana merupakan jalur yang terpanjang dan terberat dibanding jalur Cibodas dan Gunung Putri, maka dari itu jika kamu belum berpengalaman, lebih baik jangan memilih jalur ini untuk mendaki Gunung Gede-Pangrango.
Selengkapnya tentang Gunung Gede-Pangrango baca Info Gunung Gede-Pangrango.
Baca juga Jalur Cibodas dan Jalur Gunung Putri.

Tips

  • Meski Gunung Gede terkenal ramah untuk pemula, namun jangan sekali-kali kamu meremehkan gunung ini, karena sudah banyak korban meninggal di gunung ini akibat kelalaian dan kurangnya persiapan. Selalu gunakan peralatan lengkap dan standar keamanan pendakian agar pendakian yang kamu lakukan berjalan aman, nyaman, dan lancar.
  • Latihlah fisikmu minimal seminggu sebelum hari keberangkatan.
  • Pilihlah hari yang bagus saat cuaca sedang cerah untuk waktu pendakian, agar pendakian yang kamu lakukan berjalan aman, nyaman, dan lancar.
  • Mintalah izin pada orangtua atau kerabat terdekat sebelum pergi mendaki, atau minimal memberitahukan jadwal pendakianmu pada teman atau tetangga terdekat.
  • Berdoalah sebelum memulai pendakian, jangan bersikap sombong, dan selalu utamakan keselamatan saat sedang melakukan pendakian.
  • Jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang punting rokok sembarangan, dan membuat api unggun dengan seenaknya. Jika terpaksa untuk membuat api unggun (misalnya karena keadaan darurat seperti terkena hipotermia), jaga api agar tidak menyebar, dan pastikan api telah benar-benar padam saat hendak kamu tinggalkan.
  • Jaga kelakuan, ingat selalu prinsip “jangan tinggalkan apapun selain jejak, jangan mengambil apapun selain gambar, dan jangan membunuh apapun selain waktu.”

Referensi

Diambil dari berbagai sumber.

Comments

Popular Posts