Jalur Pendakian Gede-Pangrango via Cibodas

Gede-Pangrango via Cibodas - Jalur Cibodas merupakan jalur pendakian gunung Gede-Pangrango paling populer yang sering digunakan para pendaki. Perjalanan kamu bakal dimulai dari pintu gerbang Kebon Raya Cibodas dengan ketinggian 1.425 mdpl, cukup tinggi untuk titik awal, udara pun pastinya sudah lumayan dingin, jadi siapkan pakaian yang cukup tebal untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat. Kemudian kamu bakal mengikuti jalan di samping lapangan golf, kemudian belok kiri menuju Kantor Resort TNGP Cibodas. Disini kamu bisa mendaftar dan membeli tiket masuk, bagi yang sudah mendaftar secara online, tetap harus melapor dan melakukan daftar ulang. Kemudian kamu bakal memulai perjalanan dengan melewati jalan setapak yang telah diperkeras, hingga kira-kira setelah menempuh jarak 1,5 km menembus hutan tropis, kamu bakal menemui sebuah danau indah yang dinamakan Telaga Biru (1.500 mdpl). Perjalanan dilanjutkan menuju Rawa Gayang Agung (1.600 mdpl) yang berupa pada rumput dengan banyak tanaman perdu hingga kamu bakal sampai di pertigaan Panyangcangan Kuda. Dari sini, kamu bisa mengunjungi sebuah air terjun Cibeureum dengan belok kanan dari pertigaan kemudian berjalan selama 10 menit. Air terjun Cibeureum sendiri merupakan tempat indah yang layak dikunjungi, ada Curug Cidendeng sebagai air terjun utama, dan 2 air terjun lain yakni Curug Cikundul dan Ciwalen.

Berikutnya, perjalanan dilanjutkan ke Batu Kukus (1.820 mdpl). Disini ada sebuah pondok kecil yang bisa dijadikan tempat berteduh dan beristirahat. Lalu, kamu harus berjalan kembali hingga mencapai ketinggian 2.150 mdpl untuk mencapai Pondok Pemandangan. Di dekat sini, ada sumber air panas yang bisa kamu jadikan tempat bersantai dan menikmati hangat air yang suhunya bisa mencapai 50 derajat Celcius. Dari Pondok Pemandangan, kamu perlu berjalan selama kurang lebih sejam untuk mencapai Kandang Batu atau Lebak Saat, dimana ada sumber air dan tanah datar yang bisa kamu jadikan tempat mendirikan tenda. Di kandang batu terdapat batu yang merupakan sisa letusan terakhir Gunung Gede.

Lanjut berjalan selama kurang lebih setengah jam dari Kandang Batu, kamu bakal sampai di Kandang Badak, yang mana merupakan titik pertemuan antara jalur menuju puncak Gede dan puncak Pangrango. Jika tujuanmu menuju puncak Gede, ambil arah kiri, sedangkan untuk menuju puncak Pangrango, ambil jalur kanan. Dari sini, jarak menuju puncak Gede hanya tinggal sekitar 2 km lagi, dan untuk menuju puncak Pangrango, jaraknya 3 km. Puncak Pangrango punya ketinggian yang lebih tinggi dari puncak Gede, namun tak ada pemandangan bagus yang bisa terlihat, karena puncak Pangrango tertutup pepohonan. Namun, jangan cemas, ada tempat indah bernama Lembah atau alun-alun Mandalawangi jika kamu turun sedikit kea rah barat dari puncak Pangrango. Mandalawangi sendiri merupakan tempat indah penuh tanaman edelweiss jawa yang merupakan tempat favorit Soe Hok Gie.

Untuk menuju puncak Gede, kamu bakal melewati ladang gersang, dimana vegetasi pepohonan mulai berkurang karena telah sangat dekat dengan kawah Gede yang aktif. Kawah Lanang ada di sebelah kiri, sementara Kawah Ratu dan Kawah Wadon adan di sebelah kanan jalan setapak yang bakal kamu lalui. Dan kemudian, sampailah kamu di puncak Gunung Gede, dimana view pemandangan indah ke berbagai penjuru bisa kamu nikmati. Mendaki Gunung Gede tanpa mengunjungi alun-alun Suryakencana yang sangat terkenal tentunya sangat tidak afdol, untuk mencapai tempat indah tersebut, kamu perlu turun kearah tenggara. Setelah berjalan selama kurang lebih satu jam, kamu bakal menjumpai padang luas yang ditumbuhi banyak tanaman edelweiss, inilah yang dinamakan Alun-alun Suryakencana (2.800 mdpl). Tempat ini sangat disukai para pendaki sebagai tempak camp favorit. Dari sini, jika kamu bisa meneruskan kearah kiri menuju Pos Gunung Putri, atau ke kanan menuju Selabintana.

Estimasi waktu pendakian Gunung Gede-Pangrango kurang lebih selama 7-8 jam berjalan, dengan catatan kamu hanya mendaki satu puncak saja antara Gede dan Pangrango. Jika ingin mendaki kedua puncak, kamu butuh waktu kurang lebih 9-10 jam. Rinciannya bisa dilihat dibawah ini.
  • Pos Pendaftaran – Tarentong (15 menit)
  • Tarentong – Telaga Biru (15 menit)
  • Telaga Biru – Rawa Panyangcangan (20 menit)
  • Rawa Panyangcangan – Rawa Denok 1 (10 menit)
  • Rawa Denok 1 – Rawa Denok 2
  • Rawa Denok 2 – Bartu Kukus 1
  • Batu Kukus 1 – Batu Kukus 2
  • Batu Kukus 2 – Batu Kukus 3
  • Batu Kukus 3 – Pondok Pemandangan
  • Pondok Pemandangan – Air Panas (dari Rawa Denok 1 sampai Air Panas 2 jam 15 menit)
  • Air Panas – Kandang Batu (1 jam)
  • Kandang Batu – Panca Weuleuh (10 menit)
  • Panca Weuleuh – Kandang Badak (1 jam)
  • Kandang Badak – Puncak Gunung Gede (2 jam)
  • Kandang Badak – Puncak Gunung Pangrango (2 jam)




Selengkapnya tentang Gunung Gede-Pangrango baca Info Gunung Gede-Pangrango.
Baca juga Jalur Gunung Putri dan Jalur Selabintana.

Tips

  • Meski Gunung Gede terkenal ramah untuk pemula, namun jangan sekali-kali kamu meremehkan gunung ini, karena sudah banyak korban meninggal di gunung ini akibat kelalaian dan kurangnya persiapan. Selalu gunakan peralatan lengkap dan standar keamanan pendakian agar pendakian yang kamu lakukan berjalan aman, nyaman, dan lancar.
  • Latihlah fisikmu minimal seminggu sebelum hari keberangkatan.
  • Pilihlah hari yang bagus saat cuaca sedang cerah untuk waktu pendakian, agar pendakian yang kamu lakukan berjalan aman, nyaman, dan lancar.
  • Mintalah izin pada orangtua atau kerabat terdekat sebelum pergi mendaki, atau minimal memberitahukan jadwal pendakianmu pada teman atau tetangga terdekat.
  • Berdoalah sebelum memulai pendakian, jangan bersikap sombong, dan selalu utamakan keselamatan saat sedang melakukan pendakian.
  • Jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang punting rokok sembarangan, dan membuat api unggun dengan seenaknya. Jika terpaksa untuk membuat api unggun (misalnya karena keadaan darurat seperti terkena hipotermia), jaga api agar tidak menyebar, dan pastikan api telah benar-benar padam saat hendak kamu tinggalkan.
  • Jaga kelakuan, ingat selalu prinsip “jangan tinggalkan apapun selain jejak, jangan mengambil apapun selain gambar, dan jangan membunuh apapun selain waktu.”

Referensi

Diambil dari berbagai sumber.

Comments

Popular Posts