Cari Info Lainnya di Sini!

28 Jul 2015

7 Larangan saat Mendaki Gunung


7 Larangan saat Mendaki Gunung - "Leave nothing but footprints, take nothing but picture, and kill nothing but time". Pernah dengar pepatah itu? Bagi kamu yang anak pecinta alam, atau yang udah sering mendaki, pasti tahu lah kalimat yang sering dijadikan aturan tak tertulis para penggiat alam bebas di seluruh dunia tersebut. Kalo diartikan ke bahasa Indonesia kurang lebih begini lah, jangan tinggalkan apapun kecuali jejak, jangan mengambil apapun kecuali gambar/foto, dan jangan membunuh apapun kecuali waktu. Ya kalimat itu berisi larangan-larangan yang harus kita terapkan saat berkegiatan di alam bebas, tak terkecuali mendaki gunung.

Nah, kali ini kami akan menyusun beberapa larangan yang harus kamu patuhi saat sedang asik mendaki gunung di hutan belantara gunung-gunung indah Indonesia. Mengapa banyak sekali larangan yang harus dipatuhi? Alesannya banyak, demi kelestarian alam raya Indonesia, demi keselamatan diri kamu, dan lain sebagainya. Langsung saja kamu baca sendiri 7 larangan saat mendaki gunung versi the bluetripper, check it out!

Meninggalkan sampah seenaknya


Mengapa saya taruh larangan yang satu ini di daftar paling atas? Kamu yang sudah sering mendaki pasti tahu alasannya. Ya, belakangan ini sampah-sampah yang dibuang dan ditinggalkan pendaki makin menggila mengotori gunung-gunung indah di Indonesia kita tercinta ini. Pokoknya mulai hari ini, kalau mau naek gunung kamu wajib bawa trashbag atau kantong kresek apalah yang bisa dijadikan tempat membuang sampah bawaan kelompokmu, bawa turun lagi sampahmu, inget itu baik-baik guys! Mending jangan naek gunung lah, kalo kamu masih aja nyampah seenaknya! Jadilah pendaki yang dewasa dan mencintai alam raya ini dengan segenap jiwa raga. Always remember to leave nothing but footprints!

Merusak alam dan segala Isinya

Di gunung, kita ini cuma tamu, cuma numpang! Jadi jangan berlaku seenaknya, jaga sikap, jangan sekali-kali kamu merusak alam. Jangan seenaknya nebang pohon cuma buat bikin api unggun, kecuali keadaan memang lagi urgent, dan juga diusahakan buat api unggunnya pake ranting atau batang pohon yang udah berserakan aja. Trus paling gemes kalo udah liat banyak coret-coretan kampungan di bebatuan atau pepohonan yang ada di gunung. Corat-coret boleh-boleh aja, tapi mesti pada tempatnya. Kalo kamu mau gambar atau corat-coret di gunung, bawa kanvas atau buku gambar dari rumah, nah corat-coretlah di situ, bukan di bebatuan atau di pepohonan. Vandalisme merupakan salah satu contoh perbuatan merusak, contoh lainnya kamu pikirkan sendiri sajalah, intinya jangan lakukan perbuatan-perbuatan tercela yang bisa merusak alam! Oh satu lagi, jangan juga merusak papan informasi atau petunjuk jalan yang susah-susah udah dipasang sama para petugas!

Mengambil apapun yang ditemukan di alam

jangan ditiru! via beritamanado.com
Kalo yang ini kasusnya kebanyakan soal pencurian bunga Edelweiss. Katanya sih buat cinderamata gitu, ntar dikasih sama pacar tercinta kalo udah turun gunung. Padahal bunga ini ngga indah-indah banget kok, masih lebih keren bunga mawar atau bunga apalah yang banyak dijual ditoko bunga. Udah lah, stop kelakuan konyol kayak gitu, kasian kan kalo nanti anak cucu kita naek gunung pengen liat bunga edelweiss, trus bunganya udah ngga ada alias punah akibat kelakuan nakal kita-kita hari ini. Jadilah pendaki yang mencintai alam beserta segala isinya, pendaki seharusnya berdiri paling depan untuk melindungi segala hal yang ada di alam pegunungan, bukan malah jadi salah satu oknum yang merusak dan mencuri-curi berbagai kekayaan yang tersimpan di dalamnya.

Membunuh hewan dan tumbuhan

Kamu pendaki atau pemburu? Kalo pendaki, ya harus belajar menghargai kehidupan yang ada di alam. Sekali lagi, di gunung itu kita cuma numpang, numpang maen, numpang jalan-jalan, numpang tidur, dll. Jadi selaku tamu kita mesti menghormati segala kehidupan yang ada di sana, baik itu tumbuhan atau hewan yang merupakan sang tuan rumah. Jangan seenaknya menebang pohon atau membunuh binatang.

Membuat jalur baru

Kalo ngga ada alasan yang mendesak, jangan sekali-kali kamu membuat jalur baru, cukup ikuti saja jalur yang sudah tersedia. Selain bisa berakibat fatal (misalnya tersesat atau nyasar ke jalur hewan), membuka jalur baru juga pastinya bakal merusak alam.

Mencemari sumber air

Ini juga perlu kamu tanamkan dalam-dalam di kepala. Sumber air di gunung itu sangat berharga, apalagi kalo di gunung tersebut sangat jarang terdapat mata air, otomatis sumber air menjadi kebutuhan hajat hidup orang banyak. Maka dari itu, jagalah baik-baik, jangan sampai kamu mencemarinya dengan sampah atau bahkan lebih parah lagi dengan kotoran hasil ee kamu. Banyak sekali kasus seperti ini, saya sudah sering menemukan jejak-jejak kotoran manusia di sekitar sumber air, jadinya jijik banget kan kalo mau ngambil air dari situ. Buanglah kotoranmu pada tempatnya, kalo belum tau, baca tulisan kami tentang tata cara BAB di Gunung yang baik dan benar.

Bersikap sombong

Yang ini berhubungan sama adat istiadat, kepercayaan dan budaya masyarakat setempat. Banyak sekali gunung-gunung di Indonesia yang disakralkan atau dianggap kental dengan aura mistis oleh masyarakat setempat. Maka dari itu, kita mesti bener-bener jaga sikap, jangan ngomong seenaknya, jaga kelakuan, dan hormati budaya dan tradisi masyarakat setempat. Kalo tidak, bisa bahaya, soalnya saya sering denger banyak kejadian tersesat atau kecelakaan yang diakibatkan oleh buruknya prilaku pendaki saat sedang berada di belantara gunung yang disakralkan tersebut.

Itulah beberapa larangan yang pantang untuk dilakukan pendaki gunung, semoga bermanfaat dalam menambah wawasan dan pengetahuan kawan-kawan semua, salam lestari!

4 comments

Imanuel Alimang said...

Thankyou gan infonnya

The Bluetripper said...

sama2 om,

shandi ya Aku.. said...

ijin ane share ya,, mudah2an bermanfaat buat yang lain.. biar tambah rame juga blognya


Agung Ristiana said...

silahkan om..