3 Jun 2016

Jalur Pendakian Gunung Cikuray Garut via Pemancar


Jalur Pendakian Gunung CikurayGelar Swiss van Java yang disandang oleh kota Garut memang sangat pantas, mengingat kondisi alam kota ini yang dikelilingi beberapa gunung sehingga mengadirkan kesejukan udara di kota Garut.

Keindahan gunung-gunung yang mengelilingi kota ini membuat banyak pendaki berbondong-bondong untuk menikmati sensasi pendakian gunung-gunung di Garut. Salah satu gunung yang ramai dikunjungi adalah gunung Cikuray dengan ketinggian 2821 mdpl. Gunung Cikuray berada di perbatasan desa Cikajang, Bayongbong, dan Dayeuh Manggung. Gunung tertinggi keempat di Jawa Barat ini berbentuk kerucut sempurna dengan puncak tertinggi di pucuk kerucutnya. Tak seperti gunung lainnya yang mengelilingi kota garut (baca juga pendakian Papandayan dan Guntur), gunung Cikuray tidak termasuk kedalam kategori gunung api aktif, sehingga tidak memiliki kawah.

Gerbang desa untuk memulai perjalanan

Perjalanan melalui pesawahan dan perkebunan penduduk

Kali ini penulis akan memberikan informasi seputar pendakian gunung Cikuray lewat jalur perkebunan teh di desa Dayeuh Manggung. Titik awal perjalanannya berada di kecamatan Cilawu, tak jauh dari perbatasan Tasikmalaya. Kawan-kawan dapat memulainya dengan turun dari kendaraan umum di daerah patrol, di pinggir jalan raya dapat ditemukan petunjuk jalur pendakian menuju puncak Cikuray. Perjalanan pendakian gunung cikuray dimulai dengan hiking di sekitar desa penduduk, kemudian berlanjut ke pesawahan dan perkebunan sayuran, sebelum akhirnya menemukan perkebunan teh yang sangat luas. Hiking menelusuri perkebunan teh yang luas memberikan sensasi tersendiri, keindahan kota Garut mulai terlihat di belakang, dan puncak tertinggi gunung Cikuray mulai nampak di kejauhan.

Pemandangan perkebunan teh mengiring langkah kaki pendaki

Puncak Gunung Cikuray mulai terlihat di kejauhan

Perjalanan pendakian kemudian dilanjutkan menuju relay stasiun televisi, di sekitar sana akan ditemukan sumber mata air terakhir yang dapat kawan-kawan gunakan untuk mengisi perbekalan air untuk perjalanan menuju puncak gunung Cikuray. Biasanya kami camping dulu disekitar sini untuk memulihkan energi dan mempersiapkan berbagai perbekalan terutama air, karena perjalanan dari sini menuju puncak Cikuray akan sangat berat dengan medan menanjak yang lumayan panjang. Namun banyak juga yang langsung berjalan menuju puncak Gunung Cikuray tanpa camp dulu di sekitar relay.

Suasana pagi camp pertama di sekitar relay

Tanjakan pertama sebelum memasuki gerbang hutan

Tanjakan terjal dengan pepohonan lebat di sekitar jalur

Esok harinya perjalanan menuju puncak gunung Cikuray dimulai. Tanjakan pertama melewati perkebunan sayuran jadi rintangan pertama sebelum memasuki gerbang hutan. Selanjutnya tanjakan demi tanjakan terjal akan dilalui dengan beberapa shelter yang lumayan luas untuk beristirahat ataupun memasak makanan. Medan pendakian gunung ini didominasi oleh tanjakan-tanjakan terjal dengan hutan lebat di kiri kanannya. Setelah menaklukkan tanjakan-tanjakan terjal, kawan-kawan akan menemukan sebuah shelter yang lumayan luas di puncak bayangan. Setelah puncak bayangan ini, medan yang akan dilaluli saat pendakian menuju puncak gunung cikuray akan semakin terjal dengan tanjakan yang makin curam, berhati-hatilah saat melalui medan ini, karena banyak jurang-jurang di pinggiran jalur. Saat mendekati puncak, karakteristik pepohonan akan menjadi sedikit berbeda, pohon-pohon edelweiss mulai bermunculan, menandakan kita telah makin dekat ke puncak gunung Cikuray. Dan akhirnya setelah tanjakan batu terakhir, kawan-kawan akan menikmati puncak tertinggi gunung Cikuray. Di puncak terdapat bangunan yang seringkali dijadikan tempat bermalam oleh sebagian pendaki. Puncaknya tak begitu luas, namun pemandangan yang disajikan sungguh sangat memanjakan mata.

Puncak Cikuray ramai dikunjungi para pendaki


View yang indah mengelilingi puncak Cikuray

Sunset

Itulah tadi sedikit informasi dari penulis mengenai pendakian gunung Cikuray di Garut. Semoga bermanfaat untuk kawan-kawan semua yang akan melakukan pendakian ke gunung Cikuray.
Keindahan alam raya merupakan mahakarya Tuhan yang patut kita syukuri dengan melestarikan keberadaannya. Merusak gunung dan hutan yang indah merupakan hal buruk yang mencerminkan tidak dewasanya pribadi seorang pendaki. Bawa kembali sampah yang dihasilkan, jangan merusak hutan dan jagalah kelestarian tumbuhan-tumbuhan didalamnya, termasuk bunga edelweiss yang sangat langka. Mari bersama-sama menikmati keindahan alam tanpa merusaknya, Salam Lestari!

Baca juga :
info gunung cikuray
5 gunung tertinggi jawa barat
Daftar gunung di jawa barat untuk mendaki
pendakian gunung ciremai

6 comments

oki said...

Kalo ke cikuray total perjalanan berapa jam??
Saya termasuk pemula buat urusan daki-mendaki gunung.. Kira2 buat pemula kaya saya mending ke guntur atau cikuray??

The Bluetripper said...

kalo cikuray saya taunya cuma via pemancar, dari pmancar sampe puncak kalo nyantai biasanya makan waktu 8-9 jam, tapi kalo jalannya cepet, bisa kurang dari segitu,
cikuray sama guntur sebenernya lumayan berat kalo buat pemula, apalagi kalo sehari-hari jarang olahraga, medannya cukup ekstrem, tapi kalo dibandingin mana yang lebih mendingan, mungkin bisa pilih guntur, soalnya treknya lebih pendek, kalo amannya mending papandayan aja bang, hehe
kalo jadi berangkat, hati2 aja bang, persiapkan peralatan dan fisik dengan baik, jangan lupa berdoa dan patuhi segala aturan, insyaalloh bakal aman dan lancar
salam..

Mas Ei said...

pos & antena di puncaknya masih ada kah...???

The Bluetripper said...

posnya masih ada kang, cuma antenanya sudah kabur entah kemana, hehe

agus nurhadi said...

Bang klo solo hiking d sini aman g y?

Agung Ristiana said...

tergantung sikon sama persiapan om, kalo cuaca dan kondisi gunungnya lagi bersahabat, trus persiapannya mateng, insyaalloh aman,
salam..